Untuk kedua kalinya Pramuka SMA NU 1 Kradenan menggandeng Cepu Adventure dalam latihan Rappelling di Gua Sentono Menden. Kegiatan ini bersamaan dengan acara Pelantikan Bantara dan Laksana Gudep SMA NU 1 Kradenan.

Giat malam sebelum pelantikan

Diinfo oleh kak Widyawati yang tahun sebelumnya menghubungi Cepu Adventure pada acara yang sama tahun lalu, kali ini giliran kak Ratih yang menghubungi kami untuk memberikan materi pada adik-adik yang mau dilantik.

Acara berlangsung mulai tanggal 12 sampai dengan 14 September 2025. Sedangkan materi Rappelling dijadwalkan oleh mereka pada hari Sabtu tanggal 13 September 2025 dimulai jam 08.00 WIB.

Seperti biasa kami berangkat dari Basecamp jam 06.00 WIB dengan mambawa peralatan Vertical Rescue lengkap termasuk tandu basket. Sampai lokasi sekitar jam 07.00 team segera membersihkan lokasi untuk penempatan Tripod yang rumputnya mulai agak tinggi.Bongkar muatan peralatan Vertical Rescue

Mas Rohmat memimpin team penyiapan lokasi Rappelling dibantu mas Syarif dan mas Kusnan. Sedangkan Mas Candra dan mas Sobirin menyiapkan lokasi peluncuran/ Rolling. Sedangkan mba Ima dan mba Retno membantu menyiapkan peralatan yang akan di display untuk pengenalan bagi peserta.

Team putri Cepu Adventure sedang menyiapkan tandu

Kali ini pakdhe tidak bisa full menemani mereka karena kebetulan ada tamu dari Pekalongan yang dulu tetangga waktu masih di Balikpapan. Iseng saya tanya acara beliau di Blora jam berapa, ternyata sehabis Dhuhur. Langsung saya tawari untuk melihat anak-anak latihan sekaligus menikmati keindahan tebing-tebing disekitar Gua Sentono dengan latar belakang Bengawan Solo yang meliuk indah.

Mengajak tamu menikmati keindahan alam Gua Sentono

Sampai di lokasi jam 08.00 WIB yang kebertulan peserta sudah mulai disiapkan untuk perkenalan dengan team Cepu Adventure yang akan mendampingi mereka selama latihan sampai selesai. Dan tidak lupa Safety briefing diberikan diawal agar semua peserta aware dengan keselamatan.

Pengenalan peralatan sekaligus Safety briefing bagi peserta

Pengenalan alat dan fungsinya juga diberikan secara detail kepada peserta agar pada pelaksanaan nanti berjalan lancar. Demikian juga teknik bermain, teknik Belay juga diajarkan untuk menambah kepercayaan diri mereka saat berlatih di ketinggian.

Ketika mereka sudah berlatih Rappelling sebagai materi utama, pakdhe bersama tamu berjalan-jalan mengelilingi area Gua Sentono dan melihat tenda-tenda mereka yang berjajar rapi disamping jalan menuju gua. Beberapa peserta senior juga sempat bercerita mulai dari pendirian tenda, api unggun, ngaji bareng pada malam hari dan acara puncaknya adalah pelantikan.

Pendirian tenda peserta
Disini senang disana seang…

Satu persatu peserta yang akan dilantik menjadi Bantara menuju tripod yang sudah terpasang. Karena tempat Tripod cukup curam maka semua peserta diwajibkan berjalan dengan mengikatkan carabiner di Safety line yang sudah kami siapkan. Ini demi keselamatan dan keamanan peserta. Seperti biasa pada Rappelling pertama masih pada grogi, tetapi setelah kedua sudah pada rileks.

Rappeling dengan Belay di bawah

Disisi sebelah kiri mas Candra dan team sibuk meluncurkan satu-persatu peserta dengan cara Rolling. Teknik ini sebenarnya mirip sekali dengan Flying fox. Yang membedakan hanya pada proses pengereman. Kalau Flying fox pengereman dilakukan oleh Belayer sedangkan pada Rolling pengereman dilakukan mandiri oleh peserta. Tentunya akan menjadi sensasi yang berbeda ketika pengeraman dilakukan oleh peserta tanpa melibatkan orang lain.

Rolling dengan panjang lintasan 50 m

Untuk memberikan tambahan pengalaman bagi mereka maka diberikan 2 materi evakuasi tebing yaitu Rappelling dengan cara Tandem dengan komposisi satu orang sebagai Rescuer yang harus membawa/ menyelamatkan korban dengan cara Rappelling disebelahnya. Paha Rescuer digunakan sebagai penahan gerakan korban dan untuk mengantisipasi korban melepaskan pengereman secara tidak sengaja maka Carabiner korban dihubungkan dengan Carabiner Rescuer menggunakan Sling jahit atau tali Prusik.

Setelah kegiatan ini dirasa cukup lancar maka peserta diarahkan untuk berganti peran. Yang awalnya jadi Rescuer maka saat ini jadi korban, begitu juga sebaliknya. Ini diperlukan untuk melatih mental mereka ketika harus menolong orang lain.

Pada sesi terakhir diberikan teknik evakuasi korban menggunakan tandu Basket dengan teknik Lowering. Kali ini menggunakan satu orang Rescuer dan dibantu oleh team penarik Tagline ( tali kemudi ) untuk membantu memudahkan pergerakan karena permukaan tebing yang tidak rata.  Tentu hal ini berbeda dengan evakuasi dari gedung bertingkat yang dindingnya rata.

evakuasi dengan tandu basket

Yang berbeda pada kegiatan kali ini yakni setelah selesai kegiatan team Cepu Adventure mendapat informasi adanya orang diduga tenggelam di Margo Mulyo-Bojonegoro dan team kamipun langsung berangkat kelokasi untuk mengikuti Operasi SAR bersama BPBD, BASARNAS dan Relawan lainnya.

OPSAR dengan LCR di Margo Mulyo- Bojonegoro

Mau sekolahanmu punya kegiatan menantang? Silahkan hubungi Cepu Adventure… Sahabat Petualangan Anda !!!!

 

 

 

Author

Write A Comment