Sebanyak 15 anggota baru Cepu Adventure mengikuti acara pelantikan didampingi oleh kakak=kakak mereka angkatan -1 di Desa Soko Kecamatan Jepon pada hari Minggu tanggal 26 April 2026, setelah sebelumnya sejak awal September mereka belajar dan mendapatkan berbagai materi Vertical Rescue dan dasar- dasar Water Rescue.
Sengaja kegiatan kali ini kami buat rahasia, peserta hanya tahu tanggal pelantikan yakni 25-26 April 2026 tanpa mengetahui lokasi pelantikan, skenario pelantikan bahkan rundown acaranya.
Untuk mengamankan peralatan agar tidak ada yang tertinggal mereka berinisiatif prepare pada hari Jum’at tanggal 24 April sedangkan sebenarnya jadwal prepare adalah Sabtu setelah sholat Dhuhur.
Sabtu siang satu persatu peserta datang ke Basecamp dengan membawa carier masing-masing. Yang bikin saya kaget ternyata hampir semua peserta malamnya tidak bisa tidur setelah prepare karena tidak bisa membayangkan bagaimana acara pelantikan besok. Alamaaaakkk….

Setelah prepare dan semua peralatan masuk ke Kebo Ireng ( mobil operasional Cepu Adventure ) tibalah ujian pertama bagi peserta. Kami siapkan peta dari Bakosurtanal dan peralatan navigasi lainnya. Tugas pertama adalah menemukan rencana lokasi Posko melalui koordinat yang kami berikan. Mereka baru menyadari bahwa acara pelantikan tidak disekitaran Cepu, tetapi di desa Soko kecamatan Jepon dimana daerah ini merupakan lereng gunung Mundri.

Perjalanan kelokasi memerlukan waktu 1 jam 15 menit kami sampai di Musholla desa Soko. Karena kebetulan sudah masuk waktu Magrib kami istirahat dulu sekalian sholat sebelum menuju koordinat rencana Posko yang sebenarnya tinggal 100 meteran lagi. Tapi justru disitu serunya, ternyata ada perubahan jalan yang belum diupdate di peta sehingga peserta terkecoh. Kamipun dan Angkatan -1 sepakat untuk mengikuti mereka tanpa protes sedikitpun sehingga dinamika dilapangan begitu terasa.

Setelah melalui diskusi yang alot kamipun sampai di lokasi Posko dimana makan malam sudah siap. Semua peralatan diturunkan dan kami menikmati makan malam yang syahdu.
Selesai makan acara dilanjutkan dengan menjawab soal-soal Vertical Rescue yang bisa diakses secara online dari HP masing-masing. 25 pertanyaan sengaja kami acak agar antar peserta tidak bisa saling mencontek. Alhamdulillah hasilnya masih diatas 6.
Setelah sesi tanya jawab terkait Vertical Rescue acara dilanjutkan dengan simulasi rencana pencarian korban dengan mengevaluasi dan merencanakan rute pencarian berdasarkan koordinat terakhir saat survivor lost contact. Sesi ini memerlukan waktu yang sangat panjang karena sekaligus harus membagi team kedalam 3 SRU. 2 orang survivor kami siapkan dari AK-1 yang kebetulan orangnya pendiam. Nggak terasa jam menunjukkan 23.00 WIB.

Jam 03.30 WIB sebagian peserta sudah mandi dan memakai seragam Merah Cepu Adventure sekaligus menunggu datangnya sholat Subuh. Tuan rumah juga tidak kalah sibuk menyiapkan sarapan pagi bagi kami semua karena jadwal yang sangat padat. Selesai sarapan pagi mereka langsung persiapan memakai Alat Pelindung Diri ( APD) sekaligus membawa peralatan regu termasuk alat komonikasi radio / HT.


Cuaca yang sedikit berkabut tidak menghalangi semua peserta untuk breafing dan menyatukan semangat sebelum mereka bergerak mencari survivor dengan arah yang sudah ditentukan di peta. Masing-masing dengan arah yang berbeda dimulai dari titik lost contact sambil memperhatikan tanda jejak disekitarnya sambil tetap melaporkan kondisi terkini.


Terbagi dalam 3 SRU perjalanan kali ini terasa dengan tugas berat bagi seluruh team. Cari, temukan, lakukan P3K sesuai kondisi korban dan kemudian dievakuasi sesuai medan. Ini adalah dalam rangka mengaplikasikan ilmu yang selama ini didapat di Basecamp Cepu Adventure.


Tidak terasa sudah hampir 2 jam survivor belum ditemukan tetapi tanda-tanda berupa sandal dan beberapa bungkus makanan menjadi petunjuk untuk semakin mendekati korban. Beberapa anggota SRU juga berteriak memanggil korban agar memberi tanda kalau mendengar suara team Rescue.

Jam 09.15 WIB salah satu korban berhasil ditemukan dibawah tebing dengan kondisi patah tulang. Setelah diberikan makanan dan minuman agar kondisi korban membaik maka tindakan pem”bidai”an dilakukan dengan menggunakan peralatan seadanya, yang penting patah tulangnya terkondisikan saat mau dievakuasi.

Evakuasi kali ini menggunakan peralatan sederhana yakni sarung dan tongkat yang kebetulan mereka bawa. Kebetulan rute kali ini tidak terlalu terjal sehingga pertolongan bisa berjalan maksimal. Tapi ini belum selesai, korban yang ditemukan harus dibawa ke tempat yang ditentukan yaitu jalur evakuasi yang sengaja hanya bisa dilalui dengan teknik Vertical Rescue.

15 menit kemudian survivor kedua juga ditemukan dengan bantuan informasi dari survivor pertama. Kondisinya hipotermia dan memerlukan evakuasi dengan segera. Kebetulan team yang menemukan membawa tandu Sked sehingga korban bisa langsung dikondisikan untuk evakuasi.

Titik evakuasi sengaja kami buat cukup ekstrim yakni harus melalui 2 cara yakni Lowering dengan ketinggian tebing sekitar 20 m dan Suspension dengan lintasan sekitar 80 m melintasi jurang. Yang diluar perkiraan justru pepohonan di jurang sewaktu survey 2 bulan yang lalu masih sangat rendah sehingga tandu bisa diatas pohon , ternyata pohonnya sudah tinggi.

Berbagi tugas ketika sudah sampai titik kumpul evakuasi, beberapa anggota team menyiapkan Anchoring dan mengulur tali untuk proses evakuasi dengan teknik Lowering. Jalur evakuasi juga dibersihkan agar evakuasi berjalan lancar.

Kali ini yang bertugas membersihkan jalur adalah pak El, dan Rescuer mas Aqwam. Kolaborasi dengan team yang berada diatas tebing mutlak diperlukan untuk mendukung kelancaran proses evakuasi. Alhamdulillah lancar.

Disisi lain team menyiapkan jalur Suspension dikedua sisi baik diatas tebing maupun tempat pendaratan dengan menggelar jalur utama dan backup. Kali ini evakuasin didampingi seorang Rescuer untuk lebih menenangkan korban. Mba Ika, salah satu Srikandi Cepu Adventure yang kali ini bertugas mengawal korban melalui sela-sela pepohonan yang sudah cukup tinggi.

Disisi pendaratan 6 anggota baru Cepu Adventure siap melanjutkan evakuasi dengan membawa korban kearah kendaraan untuk dibawa ke layanan kesehatan terdekat.

Bagaimana prosesi pelantikannya?
Acara pelantikan dilaksanakan setelah proses evakuasi selesai. Dibawah tebing tempat kami latihan dan di sela-sela rimbunya tanaman jagung penduduk.


Prosesi dimulai dengan penyiapan barisan , menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pelepasan helm latihan peserta untuk digantikan dengan topi rimba.


Penyiraman kembang juga dilakukan pada pundak kanan dan kiri peserta sebagai simbol bahwa kewajiban kita sebagai manusia adalah selalu berkembang dan membuat harum nama kita di langit dengan memperbanyak amal soleh yang salah satunya melalui jalur relawan SAR.

Pemasangan topi rimba Cepu Adventure Rescue sebagai topi kebanggaan bagi anggota Cepu Adventure merupakan sesi terakhir proses pelantikan dengan harapan semua anggota siap diterjunkan dimedan operasi apapun kondisinya.

Yang membuat saya terharu sekaligus bangga adalah adanya salah satu anggota yang kebetulan mengalami kram kaki tetapi tetap berusaha ikut pelantikan dengan dibantu oleh teman-temanya di sebelah kanan dan kiri.

Salut….

Dan mulai Minggu tanggal 26 April 2026 anda secara resmi menjadi anggota dan keluarga besar Cepu Adventure……