Mts Ma’arif 1 Blora yang beralamatkan di Alun-alun selatan Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu ( PERSAMI ) bagi 53 adik-adik Penggalang disekolahan tersebut pada tanggal 15-16 Nopember 2025.
Konsepnya berbeda dengan PERSAMI tahun-tahun sebelumnya, kali ini menggandeng Cepu Adventure untuk melaksanakan Outbound, latihan penyeberangan dua tali, Rappelling dari lantai 2 gedung sekolah dan 2 materi evakuasi diketinggian.
Dimulai dengan kontak mas Fendi tanggal 30 September 2025 tentang keinginan Mts Ma’arif dimana istri dan ibu beliau mengajar disana yang ingin mengundang Cepu Adventure untuk mengisi materi Outbound dan Rappelling di tanggal 8 Nopember 2025. Dikarenakan tanggal tersebut beberapa personil Cepu Adventure sedang ada kegiatan wisuda S1 maka disepakati kegiatan diundur tanggal 15 Nopember 2025.
Team Cepu Adventure seperti biasa berangkat jam 05.00 WIB. Beberapa personil malah menginap di Base camp sekaligus bisa prepare peralatan yang akan dibawa besok paginya. Karena untuk kegiatan seperti ini peralatan yang dibawa cukup banyak, baik peralatan Outbound maupun peralatan Rescue.
Jam 05.45 WIB kami nyampai lokasi dan langsung melaksanakan kegiatan Instalasi. Mas Sobirin dan mas Syarif menyiapkan lintasan jembatan 2 tali yang memanfaatkan 2 pilar bangunan sekolah, sedangkan mas Rohmat, mas Umar dan Pakdhe menyiapkan tripod untuk lintasan Rappelling dengan memanfaatkan bangunan lantai 2 disisi selatan. Mba Ima dan mba Retno langsung menyiapkan perlatan game yang dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Blora.

Jam 07.30 WIB Upacara pembukaan dilaksanakan dan sekaligus membuka secara resmi kegiatan PERSAMI tersebut. Dalam sambutannya kak Ahmad Nurudin, S.Pd yang sekaligus merupakan Kamabigus 01.027 – 01.028 Blora mengatakan bahwa kegiatan PERSAMI kali ini beda dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Karena Outbound dan latihan Rappelling akan dipandu oleh team Cepu Advneture maka semua peserta diwajibkan mentaati semua instruksi yang diberikan.

Upacara diikuti dengan hikmat oleh semua peserta dan semua kakak pembina di Pangkalan Mts Ma’arif 1 Blora dalam cuaca yang sedikit mendung dan alhamdulillah cuaca hari itu cerah sampai kegiatan selesai.

Setelah diberikan waktu 15 menit untuk berganti seragam, semua peserta langsung dibawa ke Alun-alun. Dimulai dengan perkenalan anggota team Cepu Adventure dengan gaya masing-masing , kegiatan dilanjutkan dengan senam pemanasan yang dipimpin oleh mba Ima dan mba Retno , sementara personil Cepu Adventure yang lain membaur dengan peserta supaya kekompakan terjalin sejak awal.

Ice breaking kali inipun kami buat untuk mengenalkan secara dini tentang kewaspadaan terhadap bencana tetapi dikemas dengan permainan yang menarik dan mudah diingat oleh peserta , dimulai dari bencana banjir, kebakaran, gempa bumi dan angin taufan.

Setelah suasana cair dan mulai asyik, maka game mulai dijalankan. Game yang pertama yaitu jembatan putus dimana semua peserta secara berpasangan membawa potongan bambu yang diumpakan sebagai jembatan kemuadian 1 peserta melintasi diatasnya. Permainan ini cukup menguras tenaga sehingga setelah final peserta diberikan waktu istirahat minum selama 10 menit.

Permainan kedua yang tak kalah seru adalah Bouldozer Race, dimana peserta secara beregu masuk kedalam lingkaran Bouldozer kemudian bergerak secara kompak kedepan menuju garis finish. Beberapa peserta yang berada di depan sempat jatuh dan harus segera berpindah kebelakang agar gerakan Bouldozer tidak terhambat.

Karena kegiatan ini dilaksanakan di tempat umum kami lihat beberapa orang yang sedang olah raga di Alun-alun memvideo kegiatan game tersebut dan mulai bertanya-tanya tentang outbound Cepu Adventure kepada team kami. Bahkan tidak sengaja ketemu pak Mukhid dari BPBD Blora yang mendokumentasikan beberapa kegiatan. Beliau juga mengapresiasi Cepu Adventure yang selalu memberikan kegiatan pengenalan kewaspadaan terhadap bencana sejak dini.
Setelah game selesai maka materi berikutnya adalah High rope yakni jembatan 2 tali dan Rappelling. Diawali dengan pengenalan peralatan beserta spesifikasinya oleh mas Umar, mba Retno dan mas Rohmat, sekaligus dijelaskan kekuatan masing-masing peralatan.

Setelah mengenal peralatan dan fungsinya maka dilanjutkan dengan membuat Sit harness dengan menggunakan Webbing. Cepu Adventure menyiapkan 30 set peralatan perorangan untuk Rappelling dengan harapan antrian tidak terlalu lama.
Beberapa peserta tampak kesulitan membuat simpul-simpul untuk Sit harness ini dan team Cepu Adventure dengan sigap membantu mereka. Setelah siap maka dilanjutkan dengan pemasangan Carabiner, Figure of eight , Sarung tangan dan helm sebagai peralatan standar bermain di ketinggian.

Diawali oleh peserta laki-laki yang sejak team Cepu Adventure datang dia sigap dan peduli membantu menurunkan peralatan dan bertanya tentang berbagai hal. Anak ini antusias banget sehingga diberikan kesempatan pertama sekaligus akan menjadi motivasi bagi peserta yang lain. Dan benar, dia bisa melalui jembatan 2 tali dengan enjoy sebelum dilanjutkan ke Rappelling.

Tripod untuk Rappelling diinstall dilantai dua dengan backup pada beberapa ventilasi dinding kelas. Diberikan contoh oleh mas Syarif alhamdulillah Rappelling kali ini berjalan cukup lancar. Walaupun ada 2 peserta yang harus dikawal ketika takut ” menebing” . Itu adalah hal biasa bagi pemula, heee…

Ada sekitar 15 adik-adik Penggalang putri yang awalnya nggak mau ikut karena takut ketinggian. Alhamdulillah berkat motivasi dari kakak-kakak pembina dan team Cepu Adventure akhirnya mereka semua pada berani. Setelah sampai bawah pakdhe tanya kesannya :” Kereeen pak dhe “. Alhamdulillah.
Sesi tambahan untuk kegiatan ini adalah simulasi evakuasi korban diketinggian. Yang pertama simulasi gendong depan yakni menurunkan korban dengan cara rappeling dimana korban digendong oleh Rescuer dengan posisi saling berhadapan. Untuk teknik ini diperlukan belay dari bawah dan tali backup yang di belay dari atas.
Kali ini yang ditunjuk jadi Rescuer putra adalah Pratama yang kebetulan mempunyai postur yang tinggi dan korbannya yang postur kecil. Maklum simulasi ini pesertanya masih usia SMP jadi dicarikan yang bebannya tidak terlalu berat. Alhamdulillah evakuasi ini berjalan lancar.

Peserta putri juga tidak mau ketinggalan. Salah seorang peserta dengan lantang mengajukan diri sebagai Rescuer setelah melihat proses simulasi oleh team putra. Seperti sebelumnya korban dicarikan yang posturnya kecil. Paling tidak mereka punya pengalaman mengevakuasi temannya melalui tali dari gedung tingkat 2. Dan pasti ini akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan seumur hidup.

Materi terakhir adalah evakuasi dengan teknik Lowering menggunakan tandu Sked / Sked stretcher. Tawaran kali ini langsung disambut antusias oleh peserta putri yang siap jadi korban, yang mengikat dan mengkat korban sekaligus yang mendampingi korban ketika diturunkan atau sebagai Rescuer.
Setelah korban diikat pada tandu Sked maka kami teknik membawa korban sebelum sampai di titik penurunan. Kali ini membutuhkan 6 orang untuk mengangkatnya, karena korban pakdhe pilih yang tinggi besar seukuran orang dewasa. Proses yang tidak ringan karena harus melalui tangga gedung sekolah.

Dititik penurunan mas Rohmat dan mas Umar sudah siap memposisikan korban dan Rescuer untuk melaksanakan evakuasi. Sesuai SOP semua evakuasi harus menggunakan 2 tali yakni tali utama dan tali cadangan. Pelan- pelan korban bisa diturunkan bersama Rescuer sampai ke tanah dan langsung disambut oleh team yang dibawah. Tepuk riuh peserta mewarnai kegiatan simulasi evakuasi ini.

Mau tau kesan peserta setelah latihan kemarin…..? Sebagian besar kepingin melakukan kegiatan Rappelling dan evakuasi ditempat yang lebih tinggi.

Kalau itu jawabnya: silahkan datang ke Basecamp Cepu Adventure , heeee……..