Bertempat di lapangan Gajah Mada Kunduran sebanyak 120 murid KB dan TKIT Cita Mulia melaksanakan outbound pada hari Kamis Tanggal 30 April 2026 dengan menggandeng Cepu Adventure sebagai fasilitator Outbound. Sengaja memilih lokasi lapangan dekat sekolahan agar mobilisasi murid bisa dilakukan orang tua masing-masing.
Adalah bu Ninik Ro’idah selaku Kepala Sekolah yang mengontak pakdhe sejak awal Maret 2026. Beliau mendapatkan informasi dari Kepala Sekolah TKIT Harapan Mulia Ngawen yang kebetulan sudah pernah mengundang Cepu Adventure untuk outbound bagi murid-muridnya di lapangan Ngawen pada akhir Nopember 2025 kemarin.

Survey lokasipun dilakukan oleh team Cepu Adventure ( mas Armanto selaku Team Leader kegiatan ini ) bersama pihak sekalah pada tgl 23 April 2026 untuk menentukan titik-titik lokasi highrope maupun lokasi game. Hal seperti ini mutlak diperlukan agar lokasi yang dipilih sekolah benar-benar memenuhi syarat untuk pelaksanaan outbound dengan mempertimbangkan juga jumlah peserta tentunya.
Rabu tanggal 29 April 2026 setelah prepare peralatan team Outbound Cepu Adventure berangkat ke lokasi setelah sholat Dhuhur. Karena jarak yang cukup jauh maka persiapan harus matang sehingga prepare dilokasi bisa selesai sebelum hari- H.

Sebanyak 7 orang berangkat duluan untuk instalasi sekaligus nge-Camp di lokasi. Sedangkan sisanya berangkat bareng pakdhe pada hari Kamis selepas sholat Subuh. Kebetulan team kami yang sebagian besar adalah pendaki sudah sering Ngecamp saat instalasi. Bagi mereka tidur di tenda itu sesuatu banget…

Team kedua yang berisi pakdhe, mas Umar, mba Ima dan Alif sampai lokasi jam 06.15 WIB. Beberapa murid sudah mulai berdatangan disambut oleh guru kelas masing-masing, sementara kami menyiapkan Belay pengaman untuk jembatan 3 tali dan Flying fox.

Jam 07.30 WIB acara dimulai dengan berdoa, perkenalan team Outbound dan senam pemanasan yang dipimpin oleh bunda Ima dan diikuti juga oleh seluruh guru pengajar sehingga kondisinya semakin meriah. Setelah diberikan waktu istirahat untuk minum dan toilet maka pembagian grup bermainpun dilakukan.

Setelah pembagian regu semua peserta dibawa ke pos masing – masing oleh gurunya dengan membentuk formasi kereta api. Suasananya sengaja kami buat tidak formal agar mereka tidak merasa kaku .

Beberapa game kami mainkan untuk melatih kekompakan dan fokus. Balancing adalah game untuk melatih fokus karena peserta di minta menggelindingkan roda/ban sambil dibawakan selendang dari titik A menuju teman di titik B. setelah ketemu teman selendang akan diikatkan pada ban lalu teman yang dijemput akan berjalaan didalam lingkaran ban untuk kembali ke titik A.

Peserta juga kami berikan edukasi dini terkait evakuasi. Kelihatanya cukup gampang karena peserta yang dievakuasi berada didalam lingkaran kemudian ditarik secara bersamaan. Nah, menyesuaikan irama penarikan dan kecepatan bergerak korban ini yang sering jadi masalah. Maklum mereka masih anak-anak.

Transfer air Pelangi juga kami mainkan dimana peserta diminta mentransfer atau memindahkan air berwarna dari ember di titik A dengan menggunakan piring/mangkok kemudian menuangkan pada botol yang sudah disediakan di titik B. Ini penting dilakukan untuk melatih konsentrasi, kesabaran sekaligus melatih otot tangan.

Sebagai sesi terakhir permainan adalah menyusun Piramid dimana peserta diminta mentransfer atau memindahkan air berwarna dari ember di titik A dengan menggunakan piring/mangkok kemudian menuangkan pada botol yang sudah disediakan di titik B. Ini dilakukan untuk melatih kemampuan Kognitif (Berpikir Kritis & Pemecahan Masalah).

Bagaimana keseruan Highrope nya?
Sebelum highrope dimulai tentu kami berikan dulu pemahaman dan safety breafing. Karena mereka masih usia dini maka pemasangan tali tubuh kami lakukan satu persatu. Untuk mengurangi ketegangan dan nervous biasanya mereka kami berikan beberapa pertanyaan ringan yang menghibur.

Setelah pemasangan tali tubuh, carabiner dan helm maka peserta menuju ke jembtan 3 tali sebagai tantangan pertama. Dikawal ketat oleh pak El dan mas Hadi selaku belayer, satu persatu peserta mulai berani melewati jembatan tersebut. Bahkan sebelum naik mereka berpose dulu untuk kenang-kenangan.


Selesai melewati jembatan 3 tali mereka diarahkan untuk antri ditangga Flying fox. Disini bu Har yang bertugas sebagi Belayer ( pengaman ) ketika mereka menaiki tangga menuju tempat peluncuran. Karena ini bermain diketinggian maka Belay pengaman mutlak diperlukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Ditempat peluncuran ada mas Rohmat yang bertugas meluncurkan peserta satu persatu. Ada yang mau langsung diluncurkan tapi ada juga yang perlu dirayu dan disemangati beberapa saat sebelum peluncuran. Bahkan yang ketakutan sama sekalipun kami punya teknik agar mereka tetap bisa merasakan Flying fox, yakni ditarik balik dari bawah.

Selesai Flying fox yang ditandai dengan stempel ditangan mereka menunggu teman-teman dalam kelompoknya. Beberapa peserta malah minta ijin pakdhe untuk bermain didalam tenda yang semalam dipakai oleh team Cepu Adventure untuk bermalam. Karena Outbound ini tujuannya untuk berbagi bahagia bersama mereka maka tentu saja kami ijinkan mereka bermain didalam tenda.

Bermain di tendaSetelah selesai semua maka giliran guru-guru untuk mencoba sensasi highrope yang sudah kami install. Awalnya mereka bertanya tentang kekuatan peralatan yang akan mereka lintasi. Untuk menambah keyakinan mereka maka kami berikan dulu edukasi peralatan, spesifikasinya dan kekuatan peralatan menahan beban.

Alhamdulillah karena semua guru-gurunya masih berusia muda maka highrope menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Satu persatu mereka melalui jembatan 3 tali dan Flying fox dengan rasa yang campur bawur antara tegang, berani sekaligus Nervous.

Apa yang menarik di kegiatan outbound kali ini… ?
Disetiap Outbound anak-anak pasti ada salah satu peserta yang minta digendong manja oleh team Cepu Adventure. Kali ini mba Alif yang menerima kasih sayang anak-anak yang minta digendong, heeee…

Yang kedua pakdhe melihat sendiri salah satu anak yang mau ke kamar kecil tapi minta digendong oleh gurunya. Mau tau jauhnya? Sepanjang lapangan sepak bola bolak-balik. Mbrebes mili saya melihatnya, betapa perjuangan guru-guru usia dini itu sungguh luar biasa, padahal meraka bukan anaknya, hanya muridnya. Sedangkan kita sering menganggapnya itu hal yang biasa…

Masya Allah, pelajaran-Mu yang luar biasa hari ini ya Allah….