Dalam kegiatan outdoor/ alam bebas anda sering mendengar kata Rappelling? Samakah Rappelling dengan Abseiling dan bagaimana posisioning Rapelling di Vertical Rescue? Apakah Rappelling sama dengan Mountaineering? Kali ini Cepu Adventure akan berbagi dengan anda supaya tidak bias pengertiannya sesuai janji saya pada tulisan sebelumnya.

Pengertian Rappelling
Secara gampang Rappelling adalah teknik menuruni tebing atau bidang vertical menggunakan bantuan tali dan beberapa alat untuk turun ( descender ). Kebutuhan terkait alat untuk turun ( descender ) ini bisa menyesuaikan dengan medan dan peralatan yang kita punya.

Apa perbedaan dengan Abseiling ? Yang membedakan hanya istilah yang dipakai oleh beberapa negara. Rapelling awalnya dikenal di Perancis kemudian menyebar ke Amerika dan asia termasuk Indonesia. Sedangkan istilah Abseiling dipakai oleh negara German dan Eropa. Kalau di Indonesia sering disebut Turun Tebing. Dan ketiganya adalah pekerjaan yang sama hanya beda istilah. Nah sekarang sudah tidak bingung lagi khan ?
Rappelling dengan Vertical Rescue
Dilapangan istilah Rappelling dengan Vertical Rescue sering dianggap sama dan sejenis. Bagaimana sejatinya posisioning mereka?
Rappelling adalah “salah satu “teknik penjangkauan korban yang digunakan dalam Vertical Rescue apabila korban berada di bawah. Masih ada teknik Traversing yaitu teknik penjangkauan korban dengan cara bergerak ke samping dan teknik Leading yaitu teknik perintisan dimana korban berada diatas sedangkan rescuer harus menjangkaunya dari bawah keatas.
Sedangkan Vertical Rescue adalah satu kecabangan khusus di dunia Rescue yang berkaitan dengan teknik Evakuasi di medan terjal / medan vertical dengan tujuan untuk memindahkan korban / object dari medan vertical ke tempat yang lebih aman untuk proses pertolongan lebih lanjut.

Artinya di Vertical Rescue kita wajib menguasai tidak hanya teknik menjangkau korban yang terdiri dari Rappelling, Traversing dan Leading saja tetapi juga wajib menguasai teknik naik ( ascending ) yang terdiri dari Rooping ( memanjat tali tanpa alat ), prusikking ( memanjat tali dengan prusik) dan Jumaring ( memanjat tali dengan Jumar/ peralatan mekanik/ascender). Kita juga wajib mengetahui managemen tandu , pemasangan tripod, dan yang terpenting teknik evakuasinya, baik medan tegak, medan miring dan medan rata / sejajar. Medan operasi vertical Rescue sendiri meliputi laka tebing, gedung bertingkat, gua , sumur dan tower rescue.

Nah, setelah kita mengetahui posisioningnya tentu tidak akan tertukar lagi ketika latihan, mana yang disebut latihan Rappelling dan mana yang disebut latihan Vertical Rescue.

Rappelling dengan Mountaineering
Kita juga sering mendengar istilah mountaineering terutama di dunia militer. Mountaineering sendiri berarti segala kegiatan yang berhubungan dengan pendakian gunung, dan Rappelling adalah salah satu teknik yang dipelajari di dunia Mountaineering untuk menuruni tebing di gunung yang terjal. Disamping itu ada teknik merayap di tali, teknik ascending ( memanjat tali ) dan termasuk juga teknik-teknik Climbing beserta simpul-simpul yang wajib dipelajari. Jadi mountaineering scope nya lebih luas dari pada Rappelling.
Macam-macam Rappelling
Secara sederhana Rappelling bisa dibedakan menjadi dua bagian yaitu hanya menggunakan tali saja dan yang menggunakan tali + alat turun ( descender ) lainya.
Rappelling hanya menggunakan tali :
- Hesty yaitu menuruni tebing dengan menggunakan tali dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Pada teknik ini posisi tali berada di tengah-tengah kedua paha, tangan kiri berada di atas dan tangan kanan berada di belakang badan. Cara istirahatnya cukup menggabungkan tali yang di belakang badan ke tali depan. Teknik ini cukup efektif untuk melatih keberanian anak-anak melewati tebing yang tidak berbahaya.

Hesty untuk melatih keberanian anak-anak - Fullbody Rappell yaitu menuruni tebing dengan kemiringan sekitar 45- 75 derajat hanya menggunakan tali. posisi tali adalah tali berada disebelah kiri badan kemudian tali belakang badan dimasukkan ke antara dua paha kemudian dilingkarkan ke pundak kiri dan turun lagi dibelakang badan. Karena menggunakan teknik geseran di badan maka anda wajib menggunakan baju/ kaos yang cukup tebal di pundaknya. Dan ingat di teknik ini anda tidak boleh melompat seperti pada rapelling tebing tegak, tetapi cukup berjalan pelan-pelan sambil menyesuaikan geseran tali agar tidak badan tidak terluka.

Full body rappell di Greneng
Rappelling mengunakan alat bantu turun ( descender )
- Body Rappell yaitu Rappelling dengan menggunakan carabiner untuk medan yang tidak terlalu terjal. Caranya tali dimasukkan ke carabiner lalu ditarik keatas pundak kiri kemudian turun lagi dibelakang punggung/ badan kita. Pengereman berada di tali belakang . Bedanya dengan full body Rappel hanya pada silangan tali di paha.
- Rappelling teknik KOMANDO. Teknik ini digunakan untuk menuruni tebing tegak dengan hanya menggunakan tali, carabiner dan sarung tangan. Artinya ini adalah teknik lama sebelum ditemukan figure of eight dan sekarang hanya digunakan untuk kondisi darurat dengan peralatan terbatas. Satu hal yang wajib diingat yaitu teknik ini mengharuskan pemasangan carabiner secara benar dengan gate/ pintu carabiner berada di dekat tubuh, bukan ke arah luar karena lintasan tali harus berada di seberang gate carabiner. Sebab kalau berada di gate carabiner pasti akan terbuka dan peserta akan terjun bebas dan berakibat fatal. Di Cepu Adventure pemasangan carabiner untuk latihan apapun kita setting seperti itu, supaya dalam keadaan darurat mereka bisa melakukan Rappelling teknik Komando dengan benar dan aman karena sudah terbiasa.
- Teknik Brake bar. Teknik ini setidaknya memerlukan minimal 3 buah carabiner. 1 carabiner untuk harness dan 2 carabiner untuk membuat Brake bar nya yaitu dengan membuat posisi carabiner bersilangan sehingga tali geseran yang melalui carabiner tersebut mudah dikendalikan. Teknik ini sudah jarang dipakai sejak ditemukannya figure of eight dan descender lainya karena lebih praktis. Tapi tidak ada salahnya anda menguasai teknik tersebut untuk kondisi darurat.
- Rappelling dengan menggunakan descender equipment. Teknik yang sangat populer adalah Rappelling dengan menggunakan Figure of eight/ cincin 8. Geseran tali berada pada figure sehingga pergerakan mudah dikendalikan. Bahkan kita bisa berhenti ditengah perjalanan untuk suatu keperluan misalnya membersihkan lintasan atau membantu teman yang saat Rappelling tersangkut karena pakaian yang terjerat lintasan Rappelling. Syarat utamanya tentu anda harus menguasai teknik penguncian Figure of eight/ cincin 8. Kita juga bisa menggunakan descender yang lain seperti ATC belay, Auto stop descender, ID’s , Rig descender dan Grigri. Karena peralatan tersebut harganya cukup mahal maka Rappelling menggunakan Figure of eight sudah cukup memadai, tetapi kalau bekerja di ketinggian maka mau nggak mau peralatan tersebut harus kita miliki untuk menunjang keamanan dan kepraktisan saat bekerja.
Peralatan Rappelling
Peralatan yang digunakan pada saat melakukan Rappelling yaitu :
- Tali Kernmantel. Disarankan anda menggunakan tali static atau semi static untuk kegiatan Rappelling terkait dengan kelenturan tali. Apalagi kalau rappellingnya untuk demontrasi dengan loncatan maka jangan sekali-sekali anda menggunakan tali dynamis karena kelenturannya maksimal 30 %. Artinya pada ketinggian 10 m ada kemungkinan tali melentur sampai 13m dan anda akan terbanting ke tanah akibat salah perhitungan. Kecuali hanya rappelling dengan berjalan anda boleh menggunakan tali dynamis. Tali Statis dengan diameter 9-11 mm sudah cukup memadai untuk latihan Rappelling dan latihan evakuasi.
- Carabiner. Ada 3 nama yang terkait dengan penyebutan carabiner. Ada yang menyebut Carabiner ( sebutan ini sangat umum ) dari bahasa Perancis, ada yang menyebut Snapring/ Snaplink dan di kalangan militer disebut Cincin kait. Sekali lagi jangan bingung itu 3 nama tersebut barangnya satu, heee… Secara kualitas Carabiner dari bahan Alloy lebih bagus dari pada baja dan tidak berkarat sehingga perawatannya lebih mudah.
- Figure of eight/ cincin 8. Sesuai dengan namanya peralatan ini berbentuk angka delapan Lobang kecil untuk sangkutan carabiner dan lobang besar untuk lintasan tali kernmantel. Bentuknya juga ada yang angka 8 polos tetapi ada juga yang pakai tanduk untuk memudahkan penguncian.
- Helm, digunakan untuk pelindung kepala terutama saat rappelling di tebing. Kalau kebetulan tebingnya type batuan lepas maka wajib hukumnya menggunakan helm.
- Descender equipment bisa berupa Auto stop descender, ATC Belay, ID’s, Rig descender, Grigri dll.
- Sarung tangan kulit. Digunakan untuk melindungi telapak tangan dari gesekan tali ketika rappelling Bagaimana kalau kondisi darurat tidak ada sarung tangan ? Anda tetap bisa rappelling dengan berjalan dan posisi tangan kiri tidak diatas badan tetapi menggenggam tali belakang tepat diatas tangan kanan untuk sama-sama mengendalikan pergerakan.
- Rope protector. Yaitu pengaman ujung tali kernmantel supaya tidak bergesekan langsung dengan batuan/ tebing sehingga terhindar dari Friksi. Kalau tidak ada anda bisa memanfaatkan karung goni, keset atau matras anda yang sudah tidak terpakai.
- Harness, baik berupa Sit harness, fullbody harness atau membuat harness sendiri menggunakan webbing.
Bagaimana kalau anda kepingin latihan tapi tidak ada tempat dan peralatan? Silahkan kontak Cepu Adventure, sahabat petualangan anda. Kalau anda jauh, kedepan kami akan membuat video pendek terkait tulisan di atas agar bisa diakses dari manapun. Kami tidak hanya menjual peralatanya tetapi kami juga punya tempat yang cukup memadai untuk latihan Rapelling maupun Vertical Rescue di base camp Cepu Adventure : Balun Graha RT06 no 4 Cepu…..