Sekolah boleh libur, kondisi puasa tentu berbeda dengan kondisi hari-hari biasa. Tapi tidak dengan Saka Wira Kartika Koramil Cepu. Meraka tetap menggelar latihan Pramuka sebelum ikut kegiatan  pembagian Takjil di depan kantor Kecamatan Cepu.

Foto bersama di depan Koramil Cepu

Minggu jam 13.00 WIB mereka melaksanakan kegiatan latihan rutin yang kali ini diisi oleh team Cepu Adventure ( pakdhe, mba Ima dan mas Candra ) dengan materi Dasar-dasar pendakian Gunung terutama bagi pemula. Kegiatan bareng Cepu Adventure ini sudah sering dilakukan karena misi keduanya sama yakni membina generasi muda.

Apel sebelum mulai kegiatan

Dimulai dengan apel di halaman Koramil yang dipimpin oleh Pradana Putra dan bincang-bincang ringan tentang materi bersama pamong Saka ( Bp Serka Iswahyudi ) kegiatan langsung diarahkan ke aula untuk mengikuti bersama materi yang bersambung dengan semua ilmu yang selama ini diberikan oleh pamong Saka yaitu tentang Navigasi darat, Mountaineering, Survival dan Penanggulangan bencana.

Ngobrol ringan dengan pamong Saka ( Bp Serka Iswahyudi ) terkait rencana materi

Bagi kami team Cepu Adventure materi dasar-dasar pendakian gunung ini sangat penting untuk membekali generasi muda sebelum mereka melakukan pendakian sehingga diharapkan bisa mengurangi potensi resiko yang selama ini sering terjadi akibat ketidaktahuan pendaki terkait niat, persiapan, teknik pendakian, be prepared for the worst ( siap dengan kondisi-kondisi terburuk ) dan tentu saja dibekali juga dengan teknik SOS ( Save Our Souls ) yaitu teknik meminta pertolongan dalam keadaan darurat.

Persiapan materi di Aula Koramil Cepu

Sekitar 40 peserta putra dan putri angkatan 4 dan 5 mengikuti paparan dengan serius. Diawali dengan pengertian pendakian gunung, penjelasan tentang tujuan pendakian yakni rekreasi, penelitian, ekspedisi bahkan penyerbuan untuk kalangan militer.

Persiapan pra pendakian juga kami ulas panjang lebar mulai dari persiapan phisik yang berupa lari/ jalan di medan datar dan naik turun, latihan push up dan pull up untuk menguatkan otot tangan sebagai persiapan kalau diperjalanan menemukan medan yang perlu menggunakan tali, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat menuju base camp.

Persiapan peralatan baik untuk perorangan seperti Carrier, Sepatu dan Sandal gunung, Matras,Treking pole , Sarung tangan , Sleeping bag, Raincoat ( jas hujan ), peralatan mandi dan obat perorangan. Menempatkan semua peralatan tersebut pada Carrier yang kita bawa adalah “seni” tersendiri dimana semua peralatan yang berat dan paling akhir digunakan ditempatkan di paling bawah sedangkan peralatan yang sering dipakai harus paling atas atau kantong samping untuk tempat air minum. Dengan melihat tampilan carrier pakcage kita sudah bisa menilai ini pendaki pemula atau advance.

Peralatan regu seperti tenda, peralatan navigasi, perbekalan / logistik termasuk peralatan masak / cooking set dan peralatan survival juga wajib diketahui sebelum melaksanakan pendakian. Ini penting jangan sampai ketika baru sampai puncak kita sudah kehabisan logistik karena tidak bisa memperhitungkan kebutuhan makan dan minum selama pendakian.

Antusias untuk mendapatkan bekal yang maksimal

Persiapan berikutnya sebelum melakukan pendakian gunung bagi pemula adalah Aklimatisasi yaitu latihan penyesuaian diri dengan lingkungan gunung baik kondisi cuaca, medan dan berada di ketinggian. Umumnya Aklimatisasi ini dilakukan digunung dengan ketinggian dibawah 1000 mdpl. Adakah gunung seperti itu disekitar Cepu? Ada, gunung Mundri dengan ketinggian 430 mdpl di Jepon atau Argo Lasem dengan ketinggian 806 mdpl di Rembang. Ini cukup untuk mengenalkan suasana gunung, dan lebih bagus lagi peserta menginap supaya merasakan sensasi gunung pada siang hari maupun malam hari.

Contoh Aklimatisasi di bunung Mundri sebelum pendakian Gunung Lawu bagi pemula

Bagaimana Aklimatisasi bagi pendaki profesional di gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 3000 mdpl ? Tentu saja mereka akan melakukan Aklimatisasi selama minimal 24 jam di Basecamp yang ketinggianya terletak diatas 3000 mdpl sambil melakukan kegiatan latihan disekitar basecamp untuk penyesuaian.

Setelah persiapan dilakukan maka perlu juga diketahui maka kegiatan berikutnya saat mulai pendakian adalah kegiatan ketika sampai di basecamp. Melaporkan surat tanda sehat, rencana route pendakian, jumlah personil dan semua peralatan yang dibawa termasuk logistik. Ini penting karena jangan sampai kita meninggalkan sampah digunung.

Bawa sampahmu turun, gunung bukan tempat sampah…!!!

Jangan lupa tanyakan pada petugas basecamp kondisi gunung pada 2-3 hari terakhir untuk mendapatkan informasi kondisi keamanan selama nanti melaksanakan pendakian. Tidak perlu ngotot mendaki ketika ada larangan dari pihak basecamp karena kondisi gunung sedang tidak baik=baik saja. Fikirkan keselamatan karena pendakian bisa dilakukan lain waktu.

Informasi mengenai jalur pendakian, daerah-daerah yang berbahaya dan kearifan lokal juga perlu ditanyakan pada saat di basecamp. Karena sehebat apapun ilmu kita sebagai pendaki akan kalah dengan orang yang tinggal dan berada disekitar gunung. Ingat mereka sangat faham dengan karakter gunung tersebut.

Jangan sekali-sekali berniat “MENAKLUKKAN GUNUNG” pada saat mulai pendakian. Itu adalah kesombongan yang sering membawa petaka. Ingat, gunung adalah juga mahkluk dan lebih dulu diciptakan sebelum manusia. Bahkan bagi kita yang beragama Islam , gunung, langit, bumi dan lautan itu pernah ditawari syariat oleh Allah tapi tidak bersedia dan manusia justru yang bersedia. Niatkan pendakian untuk mengunjungi mahkluk Allah yang lain, menikmati keindahanya dan mengagumi kebesaran Allah.

Luruskan niat, jangan berniat menaklukkan Gunung karena itu KESOMBONGAN….

Mulailah perjalanan dengan komposisi Leader / Navigator diurutan paling depan kemudian disusul oleh Chef/ Logistik, Follower dan terakhir adalah Swepper. Berjalanlah dengan kondisi masih bisa saling melihat antar teman. Kalau cuaca berkabut tebal maka gunakanlah tali untuk pegangan semua anggota agar tidak ada yang salah jalan/ tersesat.

Sebaiknya dirikan tenda maksimal pos terakhir -1, artinya kalau gunung itu memiliki 5 pos maka maksimal anda mendirikan tenda di pos 4, tapi lebih baik di pos 3. Hindari mendirikan tenda dipuncak karena tenaga anda akan terkuras dengan membawa semua peralatan ketika Summit dan kita tidak bisa menghindar ketika terjadi badai.

Summit / mencapai puncak adalah impian semua pendaki, karena sejarah kehidupan tertoreh disana. Tapi jangan mengabaikan keselamatan. Kembali dengan selamat, utuh dan membawa sejuta kenangan adalah tujuan, sedangkan puncak adalah bonus. Jangan sekali-sekali meninggalkan teman dalam kondisi sendirian terlebih sedang mengalami hipotermia atau sakit yang lain. Ingat nyawa jauh lebih penting dari sekedar Puncak.

Suasana kelas yang serius

Jangan menganggap turun gunung lebih aman daripada saat mendaki walaupun secara teori turun memerlukan 2/3 dari waktu naik. Ingat pada saat turun biasanya kewaspadaan dan konsentrasi kita juga mulai turun. Dan penting lagi jangan meninggalkan sampah di gunung karena gunung bukan tempat sampah. Jagalah kelestarian dan keindahannya.

Sesi materi menjadi semakin menarik bagi adik-adik Saka Wira Kartika  ketika sampai materi Be prepared for the worst atau siap dengan kondisi-kondisi terburuk seperti bagaimana kalau terjadi badai saat perjalanan, pada saat berada di  tenda maupun bagaimana mengatasi teman yang hipotermia termasuk juga bagaimana kalau kita tersesat digunung dan yang paling ekstrim bagaimana kita meminta pertolongan pada team penyelamat/ SAR?

Siap dengan kondisi-kondisi terburuk

Kami praktekan juga bagaimana memanfaatkan cermin / sendok untuk meminta pertolongan, memanfaatkan peluit atau menggunakan asap untuk membuat kode Morse SOS, membuat tanda jejak dan mengenal/ membuat beberapa tanda untuk memberikan informasi kepada team pencari jalur udara.

Sandi permintaan pertolongan pada teknik SOS

Sebanyak mungkin yang kami miliki kami share ke mereka. Jangan sampai terjadi pendaki meninggalkan temannya seorang diri padahal sedang hipotermia. Jangan ya dik, ya….

 

 

 

Author

Write A Comment