Pada pertengahan Desember 2024 kembali Cepu Adventure dapat kontak dari bu Kiky salah satu pembina PMR SMKN 1 Cepu yang meminta jadwal untuk latihan mereka di bulan Januari 2025. Ini adalah kegiatan ke 3 SMKN 1 Cepu dengan menggandeng Cepu Adventure.
Awal kegiatan mereka berlatih di Base camp , kemudian di Grogolan -Bojonegoro dan kali ini sesuai permintaan ingin mengadakan latihan di medan sebenarnya. Pilihan lokasi yang disepakati adalah Gua Sentono – Menden yang lokasi tersebut sudah sering kami gunakan latihan dengan berbagai materi. Yang istimewa lagi lokasinya yang sangat indah dan kebetulan menjadi salah satu Cagar Budaya di Kabupaten Blora.

Karena jadwal team Cepu Adventure yang cukup padat di bulan Januari termasuk minggu pertama dimana team Cepu Adventure mendapat kepercayaan dari pondok pesantren Fatimah Azahro -Tanjung selor, Kalimantan utara untuk membuat beberapa permainan Highrope sekaligus Training of Trainer ( TOT ) untuk santri mereka yang akan mengoperasikannya, maka SMKN 1 Cepu mendapat jadwal pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2025.
Setelah sholat subuh kami langsung prepare peralatan yang akan digunakan untuk latihan, karena ternyata tanggal tersebut Cepu Adventure mendapat undangan juga dari Komunitas Masyarakat Cepu di pendopo Kecamatan. Team-pun kami bagi 2 agar semua berjalan lancar.
Tepat jam 06.00 WIB kami berangkat ke lokasi yang memerlukan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Basecamp. Demikian juga peserta yang dikomando oleh bu Kiky berangkat dari sekolah sekitar jam 06.00.
Jam 06.50 WIB kami sampai lokasi dan langsung menurunkan semua peralatan sekaligus membersihkan lokasi. Sambil guyon mba Ima ( salah satu team andalan Cepu Adventure ) bilang : ” lha ini konsepnya gimana pakdhe, habis macak ayu kok sampai lokasi harus ngarit ?” . Haaaa…. memang Cepu Adventure itu antik sekaligus asyik…..

Tepat jam 07.00 WIB peserta juga sampai di lokasi sebelah pendopo sedangkan kami berada di sisi timur dekat dengan Musholla yang tebingnya sangat menggoda. Pemanasan cukup dengan berjalan kaki dari tempat parkir menuju tebing, sudah cukup lumayan jaraknya, heeee….
Setelah berdoa dan perkenalan team yang dipimpin oleh mba Ima, 76 peserta di briefing awal terkait keselamatan, peralatan yang digunakan, cara memakai peralatan dan juga cek kondisi kesehatan peserta. Kali ini pengenalan peralatan disampaikan oleh mas Sobirin yang dibantu oleh mba Retno ( anggota team yang berprofesi sebagai guru yang menyempatkan waktu untuk ikut kegiatan sebelum jam mengajar yang kebetulan dapat jam terakhir ( siang ).

Semua peserta kelihatan antusias mengikuti penjelasan dan cara membuat sitharness dengan Webbing. Mba Esti dan mba Khanza membantu mereka yang masih kesulitan ketika dijelaskan. Sementara team Cepu Adventure yang lain yaitu mas Umar, mas Syarif dan mas Kusnan menyelesaikan pembuatan Safetyline untuk pengamanan peserta ketika turun menuju Tripod.


Karena jumlah peserta yang cukup banyak maka kegiatan Rapelling kita buatkan 2 jalur dengan instruktur mas Umar dan mas Sobirin sedangkan Belayer dipegang oleh mas Syarif dan mas Kusnan yang sebelumnya mempraktekan Rappelling di tebing dengan ketinggian sekitar 15 m tersebut. Lebih tinggi 5 meter dari Basecamp Cepu Adventure.

Pada akhir sesi ini terdapat salah seorang peserta putri yang phobia ketinggian sehingga hampir tidak jadi melaksanakan Rappelling. Tapi jangan khawatir, team kami selalu ready untuk hal-hal seperti ini. Kali ini pakdhe yang harus turun langsung untuk memotivasi mereka sedangkan mas Umar turun mendampingi peserta. Alhamdulillah akhirnya sampai bawah juga.

Pas kebetulan setelah peserta terakhir melaksanakan Rappelling terdengar adzan Dhuhur. Kegiatan sementara kami hentikan untuk menghormati waktu sholat dan waktunya makan siang untuk peserta sekaligus team Cepu Adventure yang sudah disiapkan oleh guru-guru pembimbing. Suasana makan siang terlihat asyik karena memang makan di alam terbuka itu ” sesuatu” banget.

Materi berikutnya adalah teknik menurunkan korban dengan menggunakan simpul Kursi. Kali ini pakdhe Jon yang menyampaikan materi cara membuat simpul kursi dari Webbing, cara memasang pada korban, cara menurunkan dan bagaimana agar korban tidak terbentur tebing selama dievakuasi. tentunya diperlukan tagline / tali kemudi untuk proses tersebut. Simpul ini sebenarnya simpel cara membuatnya dan bisa digunakan untuk evakuasi apabila peralatan terbatas dan tidak mempunyai PITAGOR yang harganya jutaan rupiah.

Dengan skenario menurunkan korban dari tebing tegak maka semua regu harus menunjuk 1 orang sebagai korban, 3-4 orang sebagai pengatur tali kemudi dan 4 orang bertugas mengkondisikan korban ketika akan diturunkan dari tebing. Alhamdulillah proses latihan ini berlangsung lancar walaupun ada salah satu regu yang korbannya masih nervous ketika diturunkan.


Setelah sesi ini selesai dilakukan oleh semua regu maka tinggal sesi terakhir latihan yaitu pengenalan teknik SUSPENSION yaitu memindahkan korban dengan tandu dari titik yang satu ke titik yang lain baik pada ketinggian yang sama ( antar gedung ) maupun ketinggian berbeda misalnya pada tebing. Dua jalur tarikan disiapkan untuk kegiatan tersebut.

Awalnya kami mau mempraktekkan langsung Suspension ini dari tebing ke pohon jati dibawah, tapi karena tempat pendaratan baru ditanami sayuran oleh penduduk maka niat ini kami urungkan supaya kegiatan tidak mengganggu masyarakat. Pertimbangan berikutnya yaitu kondisi peserta yang sudah terforsir tenaganya untuk 2 materi sebelumnya sehingga kali ini hanya pengenalan dulu tekniknya. Next time kita praktekkan di tempat yang berbeda.

Sesi terakhir sebelum penutupan adalah Foto bersama. Terus terang sesi ini pakdhe sering diingatkan oleh mba Ima karena sering kelupaan ketika sudah masuk materi. Yel-yel baik dari PMR, PKS maupun sekolah menjadi penyemangat tersendiri bagi semua peserta sebelum meninggalkan lokasi.

Mau tau hal istimewa kali ini? Ketika bu Kiky dan mba Ima ( Cepu Adventure ) melaksanakan Rappelling pokoke rame banget. Kebetulan sama-sama anggota Bhayangkari ( istri Polisi ) dan kelihatanya teman kuliah juga mereka. Pokoke epyeek banget tapi rukun luar biasa. Salut…..
