Untuk kedua kalinya Pramuka SMK PSM Randublatung menggandeng Cepu Adventure untuk melatih mental dan keberanian anggotanya. Kalau yang angkatan pertama berlatih di Basecamp dengan jumlah peserta 3 minibus/ Izuzu full kali ini dengan jumlah 56 peserta berlatih di Gua Sentono.

Adalah kak Udin yang menghubungi Cepu Adventure untuk membicarakan rencana kegiatan di luar kelas sekaligus untuk memupuk keberanian para calon Bantara dan Bantara. Materi diserahkan sepenuhnya kepada kami team Cepu Adventure dan pelaksanaannya pada hari Minggu tanggal 22 September 2024.

Seperti biasa team Cepu Adventure sudah prepare peralatan di basecamp sebelum jam 06.00 Wib. Karena perjalanan ke lokasi latihan juga memerlukan waktu sekitar 40 menit belum lagi prepare di lokasi. Intinya kami selalu berusaha siap ketika peserta datang.

Sampai lokasi team di bagi 2 sesuai kesepakatan di grup beberapa hari sebelumnya. Team Rappelling mempersiapkan tripod, jalur lintasan, Safety line dan semua peralatan lainya sedangkan team Rolling mempersiapkan lintasan , mengecek sudut kemiringan tali dan tentu mencobanya sebelum digunakan oleh peserta.

Prepare untuk materi Rolling
Prepare lintasan Rappelling

Jam 07.30 semua persiapan sudah selesai bersamaan dengan kedatangan peserta. Karena masih musim panas dan untuk efektivitas waktu maka setelah peserta datang langsung dikumpulkan untuk mendapatkan briefing dari kak Udin selaku pembina dilanjutkan dengan perkenalan dengan anggota team Cepu Adventure agar komunikasi antara peserta dan isntruktur bisa berjalan baik selama latihan. Berdoa sebelum kegiatan berlangsung juga merupakan hal yang wajib untuk memohon kelancaran dan perlindungan dari bala’ dan musibah.

Pembukaan oleh kak Udin

Pengenalan alat keselamatan mulai nama, spesifikasi dan cara penggunaan satu persatu disampaikan oleh mas Umar, mas Rohmat dan mas Candra dibantu oleh anggota team yang lain. Alhamdulillah semua peserta kelihatan antusias memperhatikan penjelasan dari team.

Penjelasan tentang peralatan keselamatan

Setelah penjelasan peralatan maka ditunjuk 10 orang putra dan 10 putri untuk maju ke depan. Mulailah diajarkan pembuatan sit harness menggunakan tali webbing secara bersama-sama. Beberapa peserta yang kelihatan kesulitan langsung didampingi team untuk membuat sit harness sekaligus mengecek benar tidaknya simpul yang digunakan dan kekencangan tali webbing sehingga nyaman digunakan.

Membuat Sit Harness menggunakan tali Webbing

Momen ini segera diabadikan karena seringkali setiap latihan kami lupa untuk foto bareng ( terlalu fokus kepada materi latihan,heee… ). Momen ini juga sekaligus waktu yang tepat untuk meneriakkan yel-yel agar semangat menjadi naik.

Foto bareng peserta dan team Cepu Adventure

Untuk menghemat waktu maka peserta langsung dibagi 2. Sebagian latihan Rappelling sebagian lagi melaksanakan peluncuran / Rolling. Teknik keduanyapun diparaktekkan oleh anggota team yaitu mas Syarif untuk Rappelling dengan Belay mas Adam sedangkan rolling dipraktekkan oleh mas Candra dibantu mas Umar dan mas Kusnan.

Dua orang peserta yang sudah siap diarahkan ke tripod melalui Safety line yang sudah kami siapkan. Karena lokasi Tripod yang di bibir tebing sedangkan untuk menuju kesana konturnya miring maka Safety line menjadi wajib adanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Peserta melewati Safety line menuju lintasan Rappelling

Setelah sekitar 10 peserta berani Rappelling, terdapat 1 peserta  yang kelihatanya phobia ketinggian. Walaupun figue 8 nya sudah diikatkan pada tali dan 1 orang temannya ada di jalur sebelahnya ( kami siapkan 2 jalur Rappelling ) peserta putri ini ketakutan setelah melihat kebawah. Tapi jangan khawatir, team kami selalu ready untuk mendampingi sampai bawah. Kali ini yang bertugas adalah mba Ovi yang rumahnya kebetulan tidak jauh dari gua Sentono dan selalu menyiapkan rujak ketika team mampir ke rumahnya heee…

Pendampingan peserta yang masih takut ketinggian

Tiba-tiba dari lokasi Rolling jadi rame. Sayapun cek ke lokasi ternyata ada 1 peserta putri yang macet ditengah lintasan karena tangan kirinya tidak lurus saat peluncuran sehingga kejepit sarung tangannya pada pulley. Berbeda dengan flying fox yang bisa di belay dari atas dan bawah untuk rolling ini benar-benar full kontrol pada peserta sehingga sensasinya memang beda.

Persiapan Rolling

Kami sampaikan pada peserta bahwa kesalahan seperti itu adalah hal yang wajar karena baru pertama kali. Akhirnya kita turunkan team untuk melepas jepitan tersebut. Kali ini mas Umar yang bertugas untuk menyelesaikan kendala tersebut dengan meluncur di belakangnya sambil di belay dari atas oleh mas Armanto dan mas Candra untuk mengontrol kecepatan sebelum sampai ke peserta. Alhamdulillah proses berjalan cepat dan peserta bisa melanjutkan peluncurannya dengan aman.

Setelah mendekati akhir ada 1 peserta Rappelling putri yang tidak berani melanjutkan padahal sudah turun sekitar 2 meter dari 15 meter ketinggian tebing. Didampingi juga juga tidak mau akhirnya kami turunkan dari bawah secara pelan-pelan oleh mas Syarif, sekaligus jadi materi penyelamatan, heeee…

Keberanian perlu dipupuk dan dilatih

Para pembinapun juga tidak mau kalah, kak Hadi dan kak Sobirin yang lucunya sama dengan team kami mas Sobirin juga ikut merasakan sensasi Rappelling dan Rolling di gua Sentono. Tentu hal ini juga sangat bermanfaat untuk memompa semangat peserta.

Kak Sobirin dari Kwaran Randublatung sedang melaksanakan Rappelling

Sebelum latihan berakhir saya melihat mba Ima dikelilingi banyak peserta putri. Saya kira awalnya hanya membahas materi latihan ternyata sebagian malah curhat. Owalah… untung yang dicurhati juga punya anak perempuan seusia mereka jadi klop dan nyambung. Sambil guyon mba Ima bilang : ” Pakdhe tambah lagi kompetensi Cepu Adventure yaitu mendengarkan curhat dan memberikan solusi “.  Pokoke bisa membantu siapapun itu menyenangkan bagi kami.

Karena ini latihan kedua bersama Cepu Adventure maka untuk memberikan nilai lebih bagi peserta maka kami bonus i  eksebhisi penyelamatan di tebing. Yang pertama Rappelling tandem yaitu Rescuer membawa orang lain yang tidak pernah Rappelling ( korban dalam keadaan sehat )untuk Rappelling disampingnya dengan salah satu kaki rescuer menjadi tumpuan kaki korban untuk mengendalikan gerakan korban. Eksebhisi berjalan apik, dilakukan oleh peserta putri yang secara mental cukup berani dan tenang.

Rappelling Tandem

Eksebhisi yang kedua adalah Evakuasi gendong depan dimana Rescuer menggendong korban didepannya kemudian menuruni tebing secara perlahan. Kali ini saya tawarkan peserta putra, alhamdulillah bisa dilaksanakan dengan lancar disaksikan semua teman-temanya. Tentu ini akan menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka.

Evakuasi gendong depan

Ketika sampai pada eksebhisi yang ketiga yaitu menurunkan korban dengan tandu basket dengan teknik Lowering maka saya tawarkan lagi siapa yang mau berperan sebagai korban. Diluar dugaan ternyata banyak yang angkat tangan baik putra maupun putri. Setelah suit ternyata putri yang menang dan siap berperan sebagai korban.

Persiapan lowering

Karena korbannya perempuan maka saya minta semua peserta perempuan untuk membantu menyiapkan Patient package sekaligus managemen tandu. Sedangkan peserta laki-laki memperhatikan di belakangnya. Karena ini memerlukan teknik tali-temali maka waktu yang diperlukan agak panjang. Setelah semua siap tinggal mencari Rescuer nya. Alhamdulillah yang sebelumnya menjadi rescuer evakuasi gendong depan juga bersedia menjadi rescuer Lowering. Setelah semua siap dan termasuk tali backup maka korban mulai diturunkan pelan-pelan dengan dibantu tali kemudi/ tagline untuk memudahkan dan mengontrol gerakan.

Menurunkan korban di ketinggian dengan teknik Lowering

Hal yang istimewa kali adalah ketika cuaca sedang panas-panasnya ternyata ada salah satu murid lawas Cepu Adventure ( mba Alfie ) datang ke lokasi latihan sambil bawa es disamping air minum yang disiapkan pihak sekolah tentunya. Siangnya setelah kegiatan selesai di traktir sama kak Udin di warung samping Aula gua Sentono lha kok ternyata juga milik ibu dari mba Anis salah satu murid lawas juga dari Saka Bhayangkara Kradenan dan terakhir ditodong mba Ovi agar kami mampir ke rumahnya. Kalau yang ini pasti ibunya menyiapkan es teh dan rujak. Seger … pokoke.

 

 

Author

Write A Comment