Anda sering dengar nama Gua Sentono? Atau bahkan belum pernah dengar sama sekali?
Adalah salah satu situs budaya di Kabupaten Blora yang terletak di Kecamatan Kradenan-Menden. Kalau anda lewat jembatan TBB ke barat sekitar 3,7 km sebelum Polsek Kradenan. Terdapat gapura di samping kiri jalan untuk memasuki lokasi tersebut. Soal keindahannya…. jangan tanya, kalau nggak percaya silahkan tanya adik-adik Pramuka SMA NU Kradenan, heee…..
Salah satu kegiatan yang ditunggu adik-adik Penegak adalah pelantikan sebagai Bantara / Laksana setelah sebelumnya mengikuti berbagai macam ujian SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) di Gugus depannya masing-masing.

Dewan Ambalan SMA NU 1 Kradenan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik agar lebih realistis dan peka terhadap perubahan lingkungan. Acara tersebut dihadiri oleh Kamabigus, Bapak/Ibu guru dihadiri oleh para pembina pramuka dan anggota panitia.


Kali ini acara pelantikan dilaksanakan di Gua Sentono yang sangat eksotik dan mulai tertata rapi. Sumber air disini juga sangat melimpah, terdapat Aula dan Musholla yang besar dan terbuka sehingga nyaman sekali untuk kegiatan di alam bebas.
Sedangkan untuk memupuk keberanian dan mental peserta kali ini SMA NU Kradenan yang beralamat di Jalan raya Menden Km 2,6 Sumber kembali menggandeng Cepu Adventure untuk memberikan materi yang menguji nyali sekaligus memiliki sensasi yang tak akan terlupakan.
Kebetulan kami Cepu Adventure memang seringkali menggunakan tebing di sekitaran Gua Sentono untuk latihan berbagai materi Vertical Rescue yang diikuti oleh beberapa sekolah, mahasiswa maupun Relawan.
Jam 07.00 WIB kami sampai di lokasi dengan membawa sebagian besar peralatan Vertical Rescue. Disamping materi wajib bagi peserta yaitu Rappelling dengan ketinggian 15 m di tebing tegak dan Rolling ( peluncuran ) dengan panjang lintasan sekitar 60 m, kami juga memberikan materi eksebhisi yaitu evakuasi tebing tegak dengan menggunakan tandu basket dengan 1 orang Rescuer dengan teknik Lowering.
Karena lokasi Rappelling ini sudah lama tidak dipakai atau dilewati warga maka dilakukan pembersihan area untuk pemasangan Tripod. Lintasan pengaman dan tali bantupun dipasang sebagai pengaman untuk menurunkan Tripod ke dinding tebing yang cukup curam tersebut.

Tak jauh dari lokasi Rappelling terdapat pohon besar yang bisa digunakan untuk tambatan lintasan peluncuran. Team Cepu Adventure membentangkan tali sekaligus mengecek kemiringan tali sehingga tidak membahayakan peserta saat melakukan peluncuran. Berbeda dengan Flying fox yang pengeremannya dilakukan oleh Belayer pada materi Rolling ini pengereman sepenuhnya di tangan peserta.
Jam 08.00 persiapan selesai dan seluruh peserta beserta kakak Pembinanya sudah meninggalkan tenda menuju lokasi Rappelling. Diawali dengan berdoa untuk memohon keselamatan dan kelancaran kegiatan dan perkenalan anggota Team Cepu Adventure agar komunikasi antara peserta dan Team berlangsung lancar dan akrab.



Pengenalan peralatan yang akan digunakan kali ini disampaikan oleh mas Rohmat dan mas Candra sedangkan pemasangan webbing peserta dibantu oleh semua anggota team. Setelah pemasangan semua peralatan Safety selesai maka Rappeling pertama dilakukan oleh mas Syarif dengan belay mas Adam sedangkan Rolling dilakukan oleh mas Candra dibantu oleh mas Sobirin untuk memberikan contoh kepada peserta.

Detik-detik mendebarkan bagi peserta adalah ketika mereka satu persatu melewati jalur pengaman menuju Tripod untuk melaksanakan Rappelling. Apalagi setelah Figure 8 dipasang pada tali dan melihat kebawah, heeee…


Penguatan mental peserta dimulai saat peserta memasang carabiner di jalur pengaman sekaligus pengecekan akhir peralatan yang digunakan oleh mba Ima, kemudian dilanjutkan oleh mas Umar dan mas Rohmat yang bertugas meluncurkan peserta Rappelling. Alhamdulillah hampir semua personil punya selera humor yang tinggi sehingga bisa sedikit mengurangi kegugupan peserta. Beberapa peserta juga sudah bisa merasa enjoy di tebing walaupun di belay oleh teman sendiri yang didampingi team Cepu Adventure.


Beberapa peserta meminta untuk Rappelling berdua untuk mengurangi ketakutan mungkin. Itupun kami berikan karena memang Cepu Adventure menyiapkan 2 jalur turun tebing. Target awal yang penting mereka berani dulu karena untuk pemula sebenarnya tebing ini cukup tinggi dan jelas memacu adrenalin. Untuk yang senior karena ini kegiatan yang kedua mungkin tidak terlalu menakutkan, tapi bagi adik-adiknya yang baru pertama kali pasti menegangkan.

Terdapat 1 peserta putri yang mau Rappelling tetapi minta ditemani oleh team Cepu Adventure. Alhamdulillah team putri kami juga sudah terbiasa Rappelling dengan berbagai ketinggian. Kali ini mba Khanza yang bertugas menemani Rappelling. Kebetulan saat dia berumur 9 tahun sudah saya ajari Rappelling di tebing tersebut.

Sebagai materi terakhir adalah eksebhisi evakuasi korban di tebing tegak. Diawali dengan persiapan peralatan termasuk tandu basket kemudian kami tawarkan barangkali ada dari peserta yang bersedia berperan sebagi korban yang dievakuasi. Kali ini Kayla Febria Yolanda salah satu Bantara putri yang baru dilantik dan bersedia berperan sebagai korban. Artinya mereka akan menjadi pelaku langsung, bukan melihat team kami yang eksebhisi.
Karena korbannya perempuan maka seluruh peserta perempuan saya minta membantu saat proses Patient Package atau pengkondisian korban di tandu. Ada 3 Critical point yang kami ajarkan ketika mengikat korban supaya aman dalam proses evakuasi kemudian dilanjutkan dengan membuat tali gantung pada tandu basket dengan menggunakan webbing dan Rigging plate atau bisa juga menggunakan Figure 8.
Setelah selesai management tandu maka tinggal Rescuer nya yang kami tawarkan ke peserta barangkali ada yang mau mencoba. Alhamdulillah Fuad firmansyah yang juga salah satu Bantara yang baru dilantik mengacungkan jari. Untuk dua orang ini Cepu Adventure benar-benar angkat topi dan dua jempol, luar biasa untuk pemula…..

Persiapan tali utama dan tali cadangan di Tripod sudah selesai , tinggal menghubungkan Rescuer dengan tali tersebut. Kali ini dihubungkan dengan tali prusik supaya Rescuer bisa menyesuaikan ketinggian dengan tandu sebelum evakuasi dilaksanakan. Dibantu 4 orang peserta untuk mengangkat tandu dan korban ke bibir tebing sementara 3 orang team Cepu Adventure siap di Tripod untuk mengendalikan pegerakan korban dan Rescuer. Alhamdulillah proses latihan evakuasi ini berjalan dengan lancar dan kesan dari semua peserta mengatakan ” SERUUUU…………”
Yang kami sering kelewat dan lupa di setiap event adalah foto bareng. Kali inipun karena saking asyiknya kegiatan akhirnya hanya team Cepu Adventure dan kakak pembinanya saja yang sempat foto, Kak Rudi, kak Widya dan kak Sukandar heee…

Di setiap kegiatan kami dari Cepu Adventure pasti menemukan hal-hal yang sangat unik. Mau tau kali ini apa yang kami dapat? Hampir semua peserta ketika takut saat Rappelling maupun Rolling mereka memanggil Mamaknya, haaaaa….
Maaak, maaaaakeee…….