Halloo sahabat-sahabat adventure….
Kali ini Cepu Adventure akan membahas tentang Prusiking, yaitu teknik memanjat tali dengan menggunakan tali. Penasaran? Yuk simak selengkapnya….
Tali Prusik

Secara umum prusik mempunyai arti tali kecil yang sangat kuat yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mempunyai diameter beragam mulai dari 2 -8 mm dengan jenis tali statis. Untuk ukuran kecil bisa kita pergunakan untuk membuat gelang, untuk tali gantungan kunci, tali tenda, tali pasak tenda dan tali bantu figure eight type lengkung yang biasa digunakan untuk belay pemanjatan.

Kalau anda punya tali yang cukup besar dengan diameter diatas 13 mm, tali tambang misalnya, anda bisa membuat simpul ujung tali dengan menggunakan prusik agar ujung tali tidak terburai dan terikat rapat.

Sedangkan kalau anda menginginkan prusik untuk memanjat tali maka ukuran 6-8 mm adalah ukuran ideal. Secara teori tali dengan diameter 6-8 mm mempunyai kekuatan untuk beban sekitar 600-800 kg jadi anda tidak perlu khawatir berat badan anda akan menjadikan anda berfikir ratusan kali untuk melakukan prusiking. Sedangkan tali 4 mm sebenarnya bisa juga digunakan tetapi dengan diameter yang kecil kadang-kadang jadi susah digerakkan ketika sudah simpulnya sudah menjerat tali utama disamping kekuatan tali juga lebih kecil tentunya.

Prusik dan Prusiking
Apa bedanya Prusik dan Prusiking? Gampang kok membedakanya. Kalau Prusik itu tali kecil yang dihubungkan dengan tali utama sedangkan Prusiking adalah teknik Ascending ( naik ) tali dengan menggunakan tali prusik dengan memanfaatkan jeratan tali sehingga pada saat dibebani tali prusik akan menjerat tali utama ( tali lintasan ) sedangkan pada saat tidak dibebani tali bisa digerakkan ke atas atau ke bawah sesuai kebutuhan. Berbeda dengan Rapelling yang hanya bisa kita gunakan untuk turun, teknik Prusiking ini disamping bisa digunakan untuk naik sebenarnya juga bisa kita gunakan untuk turun. Tapi karena pertimbangan kecepatan maka turunnya biasanya menggunakan teknik Rappelling.

Keunggulan Prusiking
Walaupun prusiking ini sudah lama dikenal ( penulis pertama kali mengenal prusiking tahun 1986 ) tapi teknik masih sangat lazim digunakan dan diajarkan. Beberapa keunggulan prusiking adalah sebagai beerikut :
- Sangat mudah dibuat baik dengan menggunakan simpul Jangkar ganda ( double anchor ) maupun dibuat lilitan beberapa kali pada tali utama.
- Harga prusik juga sangat terjangkau, di toko Cepu Adventure dijual dengan harga Rp 20.000/m untuk diameter 6 mm. Ingat jangan salah beli ya walaupun model dan diameter sama, karena ada juga tali paracord 6 mm yang harganya jauh lebih murah. Cara mudah membedakannya adalah tali prusik lebih keras pintalannya dan kalau ditarik hampir tidak ada lenturannya karena tali statis. Sedangkan paracord anyaman dan pintalannya lebih lembek dan ada lenturan ketika ditarik.
- Tidak merusak tali utama. Tali utama biasanya menggunakan tali kernmantel statis/ semi statis, karena teknik ini menggunakan sistem jerat maka gesekan hanya terjadi pada sisi mantel nya saja. Berbeda dengan penggunaan Jumar dimana terdapat gerigi yang tajam seperti ujung paku untuk mencengkeram tali sehingga bukan hanya Mantelnya saja yang bisa tergores tetapi juga lapisan Kern nya. Beberapa penggiat alam bebas bahkan membatasi penggunaan Jumar hanya untuk latihan maupun untuk pertolongan ( Rescue) dimana diperlukan kecepatan dalam operasinya.
- Bisa diaplikasikan pada tali jenis apapun baik kernmantel, tali plastik maupun tali tambang/ tali kapal dengan berbagai variasi.
- Bisa digunakan untuk pengaman pada proses pengangkatan korban dari bawah ke atas dengan cara Hauling dengan cara ditempatkan dibawah pulley, sehingga bisa menahan beban agar tidak kembali turun pada saat penarik istirahat.
- Bisa digunakan sebagai pengganti jumar pada drag system pada proses evakuasi.

Prusiking di Basecamp Cepu Adventure
Kelemahan Prusiking
Disamping memiliki keunggulan teknik prusiking juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya :
- Gerakan lambat karena harus mengendorkan simpul sebelum didorong naik.
- Kurang praktis bila digunakan untuk evakuasi dibanding peralatan ascender tentunya.
- Apabila tali basah maka menjadi licin dan jeratan tali tidak bisa maksimal, maka anda harus hati-hati.
Cara melakukan Prusiking
- Tanpa menggunakan Carabiner dan Harness.
Dahulu prusiking hanya full hanya menggunakan tali. Loop yang atas disamping untuk naik juga difungsikan tempat duduk/ harness. Saat ini sudah jarang digunakan kecuali dalam keadaan darurat. Penasaran caranya ?
- Buat loop panjang ( paling tidak ukuran 2 m untuk 1 loop ) sebanyak 2 buah.
- Buat simpul jangkar ganda pada tali utama dengan menggunakan 2 tali prusik dan ukur sehingga sambungan tali prusik berada diposisi tengah untuk tempat duduk ( loop 1 ) dan untuk pijakan sepatu pada loop 2.
- Masukkan badan anda ke loop 1 sehingga bisa duduk di sambungan tali prusik dan atur simpul nya setinggi-tingginya sehingga kita bisa duduk dengan santai.
- Gerakkan loop bawah dengan salah satu kaki tetap menempel pada sambungan loop 2 tanpa beban / rileks.
- Gerakkan badan sehingga lurus dengan tali utama kemudian gerakan loop 1 keatas seukuran kitamasih bisa duduk pada sambungan tali prusik.
- Ulangi gerakan loop 2 keatas dengan satu kaki tetap menempel pada sambungan tali prusik tanpa beban.
- Selanjutnya gerakkan lagi loop 1 keatas sampai batas kita masih bisa duduk disambungan tali prusik, begitu seterusnya. Kedepan akan saya buatkan tutorialnya agar anda lebih mudah memahaminya.
2. Prusiking dengan Carabineer dan Harness
Teknik ini sangat umum digunakan pada saat ini dimana peralatan sangat mudah didapatkan dimana-mana dan tingkat safetynya juga jauh lebih baik dari teknik sebelumnya. Pembuatan loop disesuaikan dengan kebutuhan, artinya tidak harus loop panjang, loop pendekpun bisa dilakukan. Teknik prusikingnya adalah sebagai berikut :
- Pasang Harness pada badan baik berupa Sit harness, Fullbody harness maupun Sit harness menggunakan Webbing.
- Pasang Carabiner pada Harness.
- Buat 2 loop untuk prusiking, ingat untuk teknik ini sambungan loop harus jauh dari carabiner karena bisa menggangu gerakan.
- Sambungkan loop 1 dengan Carabiner di Harness.
- Anda juga bisa menyisipkan karabiner pada simpul jangkar untuk dipergunakan sebagai pegangan saat pergerakan naik.
- Pasang loop 2
- Gerakkan simpul pada loop 1 sampai tali prusik menegang dan angkat kaki sampai “jinjit”.
- Gerakkan simpul loop 2 dengan salah satu kaki berada dalam loop tanpa beban kemudian berdiri lurus sesuai jalur tali utama.
- Ukur jarak loop 1 dan loop 2 jangan terlalu dekat sehingga tidak mengganggu gerakan.
- Gerakkan kembali loop 1 sampai tali prusik menegang.
- Ulangi gerakkan loop 2 dan begitu seterusnya.

Prepare prusiking
3. Cara turun mengunakan teknik Prusiking.
Untuk menuruni tali dengan kondisi harus berhenti/ beristirahat di beberapa titik kita juga bisa menggunakan teknik Prusiking. Tentu caranya kebalikan dengan saat naik. Barikut adalah cara turunnya.
- Setelah Harness, Carabiner dan loop prusik terpasang, maka gantungkan badan anda ke loop 1
- Geser loop 2 ( loop bawah ) sampai batas anda bisa berdiri lurus tetapi loop 1 tidak terlalu tegang. Kalau loop 1 tegang maka anda akan kesulitan menurunkannya.
- Turunkan loop 1 kemudian lanjutkan dengan menurunkan loop 2 seperti penjelasan diatas.
Jangan lupa Prusikking adalah juga salah satu teknik yang harus dipelajari pada Single Rope Tehnic ( SRT ) karena menggunakan tali tunggal disamping Rapelling tentunya.

Dan kalau anda berminat bisa bergabung dengan kami untuk berlatih bersama. Karena Cepu Adventure memang sahabat petualangan anda.