Rabu tanggal 11 Februari 2026 Mts An Nur – Banjar rejo Blora kembali menggelar acara outbound untuk 52 siswa kelas 8. Seperti tahun sebelumnya Outbound dilaksanakan di Wana Wisata Bulu-Mantingan, Rembang.

Foto bareng seluruh peserta , team Outbound Cepu Adventure dan seluruh dewan guru

Dengan mengendarai 3 mobil Tayo dan 1 minibus rombongan tiba sekitar jam 09.00 WIB. Memang ada keterlambatan sedikit dari jadwal karena alasan teknis. Tapi itu tidak masalah bagi kami yang penting Outbound bisa berjalan dengan lancar, tertib dan semua diberikan keselamatan.

Sementara team Outbound Cepu Adventure sebagian sudah dilokasi sehari sebelumnya untuk instalasi berbagi permainan. Tidurnya ? Aman…. mereka sudah terbiasa nge-Camp karena sebagian besar team kami adalah pendaki gunung. Dan untuk mengurangi kegabutan kami sempatkan foto bersama di area flying fox.

Ngisi waktu sebelum peserta datang

Acara langsung dibuka oleh bunda Imma dengan perkenalan anggota team, berdoa dan dilanjutkan dengan senam pemanasan yang diikuti oleh seluruh team, peserta dan dewan guru.

Persiapan dan perkenalan dengan anggota team Cepu Adventure

Dengan pertimbangan lokasi yang cukup luas dan latar belakang peserta yang merupakan anak pondok, maka selesai senam langsung dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok putri melaksanakan high rope terlebih dahulu sedangkan kelompok putra melaksanakan berbagai macam game di lapangan tenis.

Gurita darat adalah game pertama yang dimainkan yakni seluruh peserta dalam satu regu berjalan dengan posisi tangan saling terkait dan salah satu anggota regu membawa gelas berisi air. Target dari game ini adalah kerjasama kelompok, konsentrasi dan mencapai tujuan bersama.

Permainan Gurita darat

Kemudian game kedua adalah pesawat tempur. Salah satu peserta dalam 1 regu diminta berperan sebagi pilot pesawat tempur dengan cara dibopong menggunakan sarung dengan posisi tengkurap dan mata tertutup kemudian diminta mengambil bola yang sudah dihambur dilapangan.

Sebagai game ketiga adalah Team Gegana, dimana peserta secara beregu diminta memindahkan bom berupa bola dengan mengunakan tali masing-masing dan menjaga agar selama proses pemindahan bom tidak jatuh. Konsentrasi, kerjasama, kecepatan dan ketepatan gerak diperlukan untuk menyelesaikan permainan ini.

Berlatih menjadi team Gegana

Ditutup dengan game Obor kemenangan dimana peserta dalam kelompok/ regu mebawa 1 lilin yang harus dijaga jangan sampai padam dari titik start sampai finish sementara peserta diluar kelompok boleh mengganggu perjalanan tersebut dengan cara melempar air. Walaupun basah-basah permainan ini juga cukup menarik bagi seluruh peserta.

Bagaimana keseruan bermain High rope kali ini?

Sebagai tantangan pertama kami siapkan jaring laba-laba setinggi 3 meter untuk dipanjat dan kemudian menyeberang dengan belay pengaman tentunya. Bagi anak laki-laki permainan ini tidak begitu sulit. Hanya beberapa orang yang kelihatan kesulitan walaupun akhirnya berhasil juga. Tetapi bagi peserta perempuan ini memerlukan perjuangan yang luar biasa.

Melewati jaring laba-laba setinggi 3 meter

Karena sudah rutin outbound maka kali ini jembatan 2 tali kami rubah menjadi jembatan goyang yang tentu sensasinya akan berbeda. Memerlukan konsentrasi tingkat tinggi untuk menyelesaikan rintangan tersebut dan tentu jadi arena uji nyali bagi peserta.

Jembatan goyang sebagai wahana uji nyali peserta

Sebagai High rope favorit adalah Flying fox. Dilokasi ini banyak pohon jati yang cukup besar sehingga memudahkan kami untuk instalasi dengan panjang lintasan yang beragam disesuaikan dengan umur peserta. Kali ini kami buat lintasan sepanjang 45 m dengan ketinggian tower sekitar 7 m.

Persiapan Flying Fox
Menikmati sensasi Flying Fox

Yang menarik adalah ketika mereka antri untuk high rope tentu menyempatkan diri untuk eksis dengan foto bareng sambil duduk-duduk santai.

Menunggu antrian

Sebagai sesi tambahan karena selesai Outbound mereka akan mandi di kolam renang maka kami berikan materi edukasi bagaimana bermain di air dan bagaimana cara memberikan pertolongan kalau terjadi hal darurat di air sehingga kita bisa menghindari bertambahnya jumlah korban.

Edukasi cara mengangkat korban dari air

Teknik Reach / penjangkauan kami berikan dengan simulasi menggunakan galah bambu untuk menolong korban, teknik menarik korban dan terakhir teknik menaikkan korban ke daratan yang lebih aman.

Teknik menjangkau korban dengan bilah bambu

Throwing kami berikan 2 simulasi yakni menggunakan Ring buoy dan menggunakan tali lempar. Beberapa anak melaksanakan praktek ini dengan ceria dengan berbagi peran baik sebagai penolong maupun korban.

Yang paling berat dan memerlukan persyaratan khusus adalah teknik GO, Hanya beberapa anak yang memang secara fisik kuat untuk berenang sambil menarik korban.

Langkah terakhir adalah pertolongan korban dengan memberikan RJP ( Resusitasi Jantung Paru ) apabila korban henti nafas sambil menunggu team meadis datang ke lokasi.

Simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP)

Pengetahuan dasar ini sengaja kami berikan karena beberapa bulan terakhir sering terjadi laka air dengan jumlah korban yang lebih dari satu.

Sekolah anda pengin kegiatan seseru ini? Yuk hubungi Cepu Adventure, Sahabat Patualangan Anda…….

 

 

 

 

Author

Write A Comment