Kalau bulan-bulan sebelumnya TKIT Mutiara Insan baik yang berlokasi di Kecamatan Cepu maupun Kecamatan Sambong, kali ini giliran SDIT nya yang menggandeng Cepu Adventure untuk melaksanakan Outbound dihalaman Soos Cepu.

Sesi foto bareng sebelum kegiatan dimulai

Tidak tanggung-tanggung dengan jumlah peserta 217 siswa yang dibagi menjadi 2 sesi, sesi hari pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 April 2026 diikuti oleh 94 siswa yang terdiri dari kelas 1 dan kelas 2. Hari berikutnya yakni Selasa tanggal 21 April 2026 dilanjutkan untuk kelas 3, 4 dan 5 yang diikuti oleh 123 siswa.

Instalasi kami lakukan pada Minggu sore atas arahan pihak keamanan setempat dimana sampai minggu siang gedung Soos dipakai acara oleh pihak lain. Alhamdulillah karena sudah familiar dengan lokasi tersebut instalasi tidak mengalami kendala yang berarti. Sebelum magrib Instalasi flying fox dan jembatan 3 tali / V Bridge bisa selesai.

Senin jam 06.40 WIB kami sudah tiba dilokasi untuk persiapan pasang belay Flying fox dan belay jembatan 3 tali demi keamanan peserta saat melakukan kegiatan high rope. Beberapa peserta sudah tiba dilapangan yang diantar oleh orang tua masing-masing.

Jam 07.30 WIB kegiatan outbound dimulai dengan foto bareng masing-masing kelas kemudian dilanjutkan dengan foto bareng semua kelas bersama para guru dan team Outbound Cepu Adventure. Untuk tidak melupakan momen team Cepu Adventure juga menyempatkan foto bersama di depan gedung Soos tersebut.

Team Outbound Cepu Adventure di samping gedung Soos Cepu

Setelah berdoa kegiatan langsung dilanjutkan dengan senam pemanasan yang dipimpin oleh bunda Ima. Menggunakan iringan lagu-lagu daerah senam ini semakin terasa ” Indonesia ” nya. Tanpa terasa anak-anak semangat sekali mengikuti gerakan bunda Ima dan itu sudah sangat cukup sebagai pemanasan sebelum kegiatan.

Senam pemansan untuk mencegah cedera saat bermain Outbound

Untuk menjaga efektivitas waktu, outbound hari pertama ini dilakukan secara paralel. Peserta putra melaksanakan highrope dulu dan peserta putri melaksanakan game yang dipandu oleh bunda Ima, mas Sobirin dan mba Alif. Sedangkan high rope dibagi dua kelompok supaya tidak terlalu lama menunggu. Sebagian kelompok setelah dipasang tali tubuh, Carabiner dan helm sebagai alat pelindung diri langsung menuju area Flying fox dan sebagian lagi di area jembatan 3 tali.

Sebelum naik ketempat peluncuran flying fox anak-anak ini disemangati oleh bu Har sebagi belayer tangga Flying fox. Beliau ini punya keahlian memotivasi peserta yang phobia di ketinggian. Barulah setelah sampai atas tugas peluncuran dilaksanakan oleh mas Umar. Satu persatu peserta diluncurkan dengan tenang dan riang walaupun sebagian juga tetap deg-degan katanya.

antri Flying fox

Disisi pendaratan kali ini yang bertugas sebagai belayer adalah mas Roziq dan yang bertugas untuk release peserta yakni pak Agus. Beliau ini yang siap mengangkat setiap peserta saat mau melepas carabiner dari body connection.

Sebelum di release, difoto dulu satu persatu oleh ibu gurunya

Disisi utara yang banyak pepohonan pak El dan mas Kusnan bertugas sebagai belayer jembatan 3 tali. Beliau ini  punya ketelitian dan mampu memotivasi peserta yang kelihatan takut. Alhamdulillah akhirnya semua peserta bisa melintasi jembatan 3 tali dengan aman.

Melintasi jembatan 3 tali

Untuk memudahkan kami dalam memonitor peserta apakah 2 permainan high rope sudah dilakukan kami berikan stempel ditangan sebagai tanda mereka sudah melakukan highrope. Kalau sudah punya 2 stempel berarti aman. Sengaja kami lakukan ini agar tidak ada 1 kegiatanpun yang terlewat bagi mereka, karena kegiatan memacu adrenalin seperti ini akan sangat membekas dihati para siswa.

Beberapa game kami mainkan kali ini yang tentu disesuaikan dengan umur peserta diantaranya Treasure Hunt yakni perburuan harta karun yang kami tempatkan dibawah mangkok yang tertutup, Blind leader dimana peserta secara berkelompok memandu peserta terdepan yang ditutup matanya untuk melintasi rintangan sepanjang rute.

Permainan blind leader

Estafet bola juga kami mainkan untuk melatih kekompakan team dan fokus pada satu tujuan. Kegiatan ini memerlukan konsentrasi tinggi untuk mencapai tujuan bersama.

Estafet bole untuk melatih kekompakan dan kerjasama

Game bangun Piramid seperti juga namanya, semua peserta secara hati- hati diminta menyusun piramid dengan pola tertentu. Ini menjadi tantangan tersendiri karena bahan Piramid nya sendiri terbuat dari Cone yang berbentuk kerucut.

Nah, bagaimana keseruan highrope bagi kelas 3 , 4 dan 5 ?

Dengan pertimbangan usia dan saran dari guru-guru, maka lintasan Flying fox kami perpanjang agar sensasinya lebih terasa. Sebenarnya team Cepu Adventure juga kepingin meninggikan menara peluncuran 1 tingkat lagi agar lebih menantang. Tapi dengan pertimbangan pohon yang ada tidak memenuhi syarat safety maka hanya bisa kami perpanjang lintasanya.

Menikmati sensasi Flying fox dengan hati deg-deg-ser

Kalau kelas 1 dan 2 harus melewati jembatan 3 tali, kali ini kakak kelasnya harus melalui jembatan 2 tali yang ketinggianya 3,5 m dari permukaan tanah. Tapi jangan khawatir, semua kami berikan belay pengaman sehingga beberapa peserta yang nggak kuat atau terpeleset tetap aman turun sampai ke tanah.

Melintasi jembatan 2 tali dengan ketinggian 3,5 m dari permukaan tanah
Tetap safety walaupun peserta terpeleset

Pemasangan tali tubuhpun sengaja kami lakukan dengan cara edukasi. Supaya kelak mereka punya pengalaman membuat Sit harness dengan Webbing. Karena ini menyangkut keamanan maka final check dilakukan oleh team Cepu Adventure.

Edukasi pemasangan tali tubuh

Beberapa anak kami tanyai apa yang berkesan dari Flying fox? Jawabannya lucu, Seru tapi ndredeg haaaa…. jawaban polos yang keluar dari hatinya.

Tapi herannya beberapa anak merayu team Cepu Adventure untuk dibolehkan ikut flying lagi. Kali ini yang disetujui hanya 2 orang itupun dengan cara Tandem karena mereka penasaran kuat nggak flying fox dua orang. Kalau sudah nyoba langsung pasti muncul trust yang luar biasa.

Terus apa cerita indah pada outbound kali ini?

Salah satu peserta yang sudah antri Flying fox tiba-tiba keluar barisan dan menghampiri pakdhe dipinggir lapangan minta semua peralatan dicopot dulu, ternyata adik ini sudah tidak tahan mau ke kamar kecil, haaaaa……

 

 

Author

Write A Comment