Kali ini Cepu Adventure akan membagi keseruan outbound anak-anak KB dan TKIT Harapan Mulia yang lokasi sekolahnya berada di tengah-tengah kota Ngawen. Walaupun tidak persis dijalan posos Blora- Purwodadi, lokasi sekolahan ini memang sangat mudah dijangkau dan jauh dari hiruk pikuk kendaraan yang lewat. Tentu ini menjadi nilai plus bagi sekolah karena aman untuk anak-anak.

Diawali dengan kontak Ibu Puji Lestari selaku kepala Sekolah pada tanggal 4 Nopember 2025 yang berkeinginan melaksanakan Outbound bagi putra-putri didiknya tetapi dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari sekolah supaya mudah dalam mobilisasi peserta.

Tanggal 8 Nopember bersamaan dengan survey rencana kegiatan outbound yang sama bagi adik-adik Pramuka Mts Ma’arif Blora, pakdhe langsung meluncur ke Ngawen untuk mebahas tentang rencana Outbound dengan pihak sekolah.

Sekolah yang berdiri sejak tahun 2011 ini memiliki enam ruang kelas dengan peserta didik 15 -18 / kelasnya. Dan kami langsung diajak survey lokasi ke gedung sekolah yang baru, tetapi karena masih banyak sisa material bangunan maka survey kami lanjutkan dilokasi kedua yaitu lapangan Ngawen Raya kira-kira perjalanan 5 menit dari sekolah.

Berdasarkan info dari ibu Ayni yang mendampingi survey sekaligus ketua panitia outbound lokasi lapangan ini pernah dipakai pada outbound tahun sebelumnya.

Banyak pohon besar sepanjang pinggir lapangan dan beberapa pohon jati, memudahkan bagi kami team Outbound Cepu Adventure untuk menentukan lokasi Highrope yaitu flying fox dan jembatan 3 tali / V- Bridge. Kalau area bermain / game tentu bukan masalah karena lapangan sangat luas. Untuk tempat pendaratan kami akan menggunakan “Kebo Ireng” mobil operasional kami sebagai tambatan akhir Flying fox, sehingga jarak luncur lebih mudah diatur. Teknik yang sama pernah kami lakukan pada saat outbound MI Plus Bahrul Ulum- Madiun.

Walaupun outbound dilaksanakan hari Rabu tanggal 26 Nopember 2025, team instalasi Cepu Adventure berangkat hari Selasa selepas sholat dhuhur untuk mempersiapkan permainan flying fox. Sengaja kami install sehari sebelumnya karena perjalanan dari Cepu memakan waktu kurang lebih 1.5 jam sehingga sangat riskan kalau harus di install pada hari H.

Yang jadi pertanyaan dari pihak sekolah adalah bagaimana keamanan peralatan setelah diinstall? Kami sampaikan ke bu Ayni bahwa team kami akan nge-camp di lokasi, karena mayoritas anggota Cepu Adventure adalah pendaki dan mempunyai kompetensi Vertical Rescue, sehingga nge-camp itu sesuatu yang menyenangkan. Aman bu pokoke, heeee……..

Team Cepu Adventure nge-camp setelah instalasi highrope

Jam 07.00 WIB satu persatu peserta sudah mulai berdatangan diantar oleh orang tua masing-masing. Sebagian orang tua justru menunggu anak-anaknya bermain sambil ngopi diwarung pinggir lapangan yang berjajar rapi.

Jam 07.30 kegiatan dimulai dengan pengarahan dari Kepala sekolah dan dilanjutkan dengan berdoa bersama untuk memohon kelancaran dan keselamatan saat kegiatan berlangsung. Dan kali ini foto bersama peserta , team Cepu Adventure dan dewan guru dilaksanakan diawal sebelum kegiatan di mulai. Alhamdulillah aman, karena sesi ini sering terlupakan ketika sudah asyik dengan kegiatan outbound.

Foto bersama peserta, guru-guru dan team Outbound Cepu Adventure sebelum acara dimulai

Senam untuk pemanasan adalah kegiatan mengasyikan berikutnya yang dipimpin oleh bunda Ima. Semua peserta antusias mengikuti senam ini karena gerakanya yang simple dan dikawal langsung oleh semua ibu gurunya. Ditambah lagi dengan semaraknya  Ice Breaking Gerak konsentrasi yang diiringi lagu Naik Delman dan Kepala-Pundak-Lutut-Kaki.

Persiapan senam

Mumpung masih pagi maka anak-anak KB diajak main game dulu oleh mas Armanto didampingi bunda Ima, mba Intan, mas Rohmat, mba Alfina dan mba Rizka yang kebetulan juga seorang guru TK. Sedangkan kelas TK sengaja kami ajak bermain di ketinggian ( highrope ) sekaligus untuk memotivasi adik-adiknya yang masih tingkat KB agar nantinya berani Flying fox.

Game pertama adalah melempar bola dimana game ini akan melatih gerak motorik dan konsentrasi anak-anak kita. Satu dua bola tidak masuk ke keranjang adalah hal yang wajar karena untuk anak umur segitu fokus mereka belum sepenuhnya sempurna.

Game lempar bola

Berburu balon adalah game kedua yang kami sajikan. Semua peserta secara beregu dan berjalan bareng dengan posisi mengular seperti kereta api dan mengejar  balon yang diikat pada peserta paling belakang kelompok lawan. Tawa riuh kas anak-anak terjadi sepanjang permainan.

Bunda Ima sedang memimpin game berburu balon

Kembali mengasah kerjasama team, game estafet air menjadi permainan ke 3 yang kami sajikan. Kecipratan air bagi mereka adalah hal yang sangat membahagiakan dan mengundang gelak tawa mereka.

game estafet air

Setelah cuaca agak panas, game kami pindahkan di tribun yang berada dibawah pohon-pohon yang cukup rindang. Kali ini gamenya adalah Sumpit Bakso dimana semua peserta secara estafet memindahkan bola pingpong dengan sumpit. Memerlukan konsentrasi tingkat tinggi bagi mereka untuk menyelesaikanya.

Sebagi game terakhir adalah Piramid, yakni semua peserta secara kelompok menyusun Cone sehingga membentuk piramid. Kesabaran, ketelitian , hati-hati dan konsentrasi diperlukan untuk menyelesaikan game ini.

Disisi lain peserta yang akan melaksanakan high rope berjajar rapi untuk dipasangi alat keselamatan yakni tali tubuh, carabiner dan helm.  Ibu-ibu guru juga terlibat langsung dalam pengaturan urutan anak-anak, dan ini sangat membantu untuk kelancaran kegiatan. Maklum umur segitu baru kenal sama gurunya, dan belum kenal sama team Cepu Adventure, heee….

Bahagia bersama bocil2 yang gemesin

Seringkali tingkah mereka yang lucu-lucu membuat bunda Ima jadi gemes pengin nowel pipinya. Kebalikan dengan bunda Ima, pipi pakdhe sering ditarik-tarik oleh mereka karena gemes, heeee…. Tapi itulah seninya bermain dengan anak-anak, kita harus bisa bermain peran sebagai anak-anak agar komunikasinya nyambung.

Pakdhe juga beberapa kali kena Towel bocil-bocil, heeee….

Satu persatu mereka melewati jembatan 3 tali atau V-bridge. Beberapa peserta tanganya belum nyampai pada tali pegangan atas sehingga mereka harus berpegangan pada tali anyam yang terbuat dari webbing. Mas Akwam dan mas Roziq yang  kali ini yang mendampingi mereka untuk melintasi jembatan sekaligus sebagai belayer (pengaman di ketinggian )

Team putra melintasi jembatan 3 tali
Team putri juga tidak ragu-ragu melintas di jembatan 3 tali

Setelah melintasi jembatan tantangan berikutnya adalah naik tangga menuju tempat peluncuran Flying fox dengan di belay (diamankan) oleh mas Syarif. Satu dua anak tidak kuat naik tangga sehingga dikerek dengan tali belay supaya sampai atas.

Tempat peluncuran

Sebagai launcher kali ini adalah mas Sobirin yang bertugas meluncurkan peserta dari ketinggian 5 meter dengan panjang lintasan 35 m itu, sekaligus menjadi belayer pertama Fliying fox dengan memanfaatkan tali transport yang juga digunakan untuk menarik balik peralatan ketika peserta sudah sampai bawah.

Sesi yang ditunggu-tunggu, flying fox

Sebagai belayer Flying fox kedua yakni pak Mul dan bergantian dengan mas Akwam , mba Fina dan mba Rizka. Belayer ini menempati posisi di pertengahan lintasan dan bertugas mengurangi kecepatan luncur peserta hingga berhenti pada titik pendaratan. Pokoknya semua disetting aman dan nyaman tentunya.

mas Akwam menanyai peserta setelah flying fox

Setelah semua melakukan flying fox maka giliran guru-gurunya untuk menjajal wahana menggugah adrenalin tersebut. Diawali oleh bu Ayni selaku ketua panitia dan diikuti oleh sebagian besar guru-guru yang lain.

Bergaya setelah mendarat mulus

Yang istimewa kali ini ternyata suami dari ibu Kepala Sekolah ( Bapak Sahid ) juga ikut menjajal Flying fox tetapi dengan gaya yang tidak biasa, yakni gaya Spidermen. Full body harness segera kami pasangkan ke tubuh beliau dan diatas mas Armanto siap meluncurkan beliau dengan posisi terbang.

Flying fox gaya Spiderman

Setelah sampai dibawah pakdhe tanya-tanya ternyata beliau dulu anggota Saka Bhakti Husada Blora yang dibina oleh kak Didiek. Owalah…. jebule sak perguruan tapi beda masa, heeee….

Ada 2 hal yang menarik pada kegiatan outbound kali ini. Penasaran …?

Yang pertama status ibu Kepala Sekolah sehari setelah outbound dengan memposting suaminya yang lagi terbang dengan komentar ” Ngene iki polahe bapakmu yen ketemu senior-e “. Haaaaa….

Yang kedua ketika salah satu peserta putra yang badannya gemuk. Karena gemesin saat pakdhe pasang tali tubuh di perutnya pakdhe iseng nanya ” Ini isinya apa le? “. Jawabanya sungguh tidak terduga …..MBG pakdhe, haaaaa…..

Anak-anak memang istimewa…..

 

 

 

 

 

 

Author

Write A Comment