Kali ini giliran MI Plus AL  BAHROIN- Padangan yang mengadakan Outbound untuk seluruh murid-muridnya dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan menggandeng Cepu Adventure sebagai fasilitator. Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin dan Selasa tanggal 16-17 Juni 2025 di PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE – DEPARTEMEN RISET DAN INOVASI- Cepu.

Sebagian peserta berfoto dengan latar belakang gedung Departemen Riset dan Inovasi

Diawali dengan kontak Ustadzah Ida ke pakdhe Jon tentang keinginan sekolah untuk melaksanakan Outbound di sekitaran Padangan dan Cepu agar tidak terlalu jauh dari sekolah yang berada di Padangan. Beberapa tempat coba kami tawarkan sebagai referensi untuk kegiatan tersebut termasuk jenis permainan yang kami sesuaikan dengan umur peserta dan kondisi lokasi.

Tanpa berlama-lama pilihan lokasi jatuh ke PERHUTANI FORESTRY INSTITUTE – DEPARTEMEN RISET DAN INOVASI. Lokasi ini disamping persis di jalan raya Cepu-Batokan juga areanya sangat luas untuk berbagai kegiatan. Bahkan kalau sekolah anda menghendaki wisata Edukasi tentang hutan mulai dari pembibitan, perawatan tanaman hingga museum semua lengkap ada disini. Keren kan…

Guru pembimbing dan team Cepu Adventure berpose didepan Museum

Karena lokasi yang hanya sekitar 2 km dari sekolah MI Plus AL BAHROIN jam 07.00 sebagian besar peserta sudah diantar orang tuanya ke lokasi. Sementara team Cepu Adventure menyiapkan lapangan dan permainan di ketinggian yang 90% nya sudah disiapkan sehari sebelumnya. Sementara ustadz dan ustadzahnya termasuk ustadz Eka selaku Kepala Sekolahnya juga sudah mulai sibuk mengatur anak-anak.

Tepat jam 08.00 Kegiatan dimulai  dengan berdo’a dan senam sebagai pemanasan yang dipandu oleh mba Ima dan mba Retno dan didampingi oleh seluruh team Cepu Adventure. Pemanasan ini kami lakukan untuk melemaskan otot dan menghindari cidera saat bermain.

Mba Ima dan mba Retno dari Cepu Adventure memimpin senam pemanasan

Pemasangan pita dan pembagian kelompok yang anggotanya campuran dari kelas 4 sampai kelas 6 juga kami lakukan agar di kegiatan ini mereka berkawan dengan kakak dan adik kelasnya setelah setiap hari berkawan dengan teman sekelasnya.

Kelompok putra mengawali kegiatannya dengan High rope yaitu bermain tali di ketinggian dengan pengaman tentunya. Ada 2 Highrope kami siapkan di lokasi yaitu jembatan 3 tali atau V-line Bridge dan Flying fox yang menjadi primadona kegiatan. Adanya pohon-pohon jati yang besar di lokasi sangat memudahkan kami team Cepu Adventure untuk meng-install peralatan bermain di ketinggian tersebut.

Satu persatu peserta pria kami pasang peralatan keselamatan dimulai dari harness, carabiner dan helm. Walaupun jembatan 3 tali kali ini tidak terlalu tinggi karena pesertanya umuran sekolah Dasar tapi belay pengaman tetap wajibkan sebagai SOP bermain di ketinggian. Kali ini belay diawaki oleh bang Udin dan mas Yoga.

Pemasangan alat keselamatan

Selesai melewati tantangan pertama peserta harus menuju ke tower Flying fox. Di tower ini ada 3 belay pengaman yaitu mas Syarif sebagai belayer tangga naik, mas Umar sebagai Launcher Flying fox sekaligus belayer atas dan didekat tempat pendaratan ada pak Mul sebagai belayer akhir pendaratan.

Persiapan Flying fox di Tower

Alhamdulillah semua peserta putra berani dan bersemangat mengikuti Flying fox ini. Sebagian peserta yang awalnya kelihatan gemetar ketika sudah berada di tower akhirnya tersenyum lega setelah bisa mendarat dengan mulus….

Disisi lain kelompok putri juga tidak kalah semangat dalam bermain game kelompok.  Dimulai dengan game Anomali dimana semua peserta bergerak mengikuti aba-aba tetapi dengan gerakan yang berlawan arah dengan perintah. Ini dimaksudkan untuk melatih konsentrasi dan kekompakan. Lengah sedikit pasti jadi bahan ketawaan teman-temanya, heeee…

Paralon goyang adalah game berikutnya yang tentu tingkat kesulitannya lebih tinggi dari yang pertama. Beberapa reguterlihat berusaha menstabilkan bola pingpong yang berada diatas paralon yang diikat tali dan dipegang beramai-ramai.

Paralon goyang yang menguras konsentrasi

Balon  terbang juga menjadi game yang cukup sulit karena disamping balon itu tidak boleh jatuh di tanah, tangan peserta juga bergandengan sehingga hanya kaki dan badan yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga balon tidak jatuh dan tidak meledak.

Sebagai game terakhir sebelum team putri  bertukar tempat untuk high rope adalah jembatan putus yang cukup menguras tenaga. Karena secara berpasangan mereka harus menjaga jembatan dari bambu untuk dilintasi dengan aman tanpa jatuh ke tanah.

Hari kedua Selasa tanggal 17 Juni 2025 jadwal outbound dialokasikan untuk anak-anak kelas 1-3. Masih di tempat yang sama, persiapan peserta mulai jam 07.00 di bimbing oleh ustadz dan ustadzah. Alhamdulillah semua peserta tepat waktu sehingga mudah mengikuti jadwal yang ada.

Setelah perkenalan anggota team Cepu Adventure dan senam pemanasan maka untuk memotivasi peserta yang masih kecil-kecil tersebut kami panggil 1 orang putra dan 1 orang putri yang bernyali untuk praktek melewati jembatan 3 tali dan Flying fox. Ini sengaja kami lakukan agar teman-temannya juga ikut berani.

Jembatan 3 tali untuk melatih keberanian

Pembagian waktu persis seperti hari pertama dimana pagi siswa putra melaksanakan High rope dan siswa putri melaksanakan game. Setelah selesai maka gantian siswa putri melaksanakan High rope sementara siswa putra melaksanakan games. Ini kami lakukan supaya waktunya efektif dan efisien.

Adalah Alexander kelas kecil tapi badannya cukup besar yang ketika selesai Flying fox masih deg-degan ketika semua peralatan safety-nya kami lepas. Sambil guyon pakdhe pegang dadanya, memang masih terasa banget nervousnya. Kemudian kami tanya gimana rasanya Flying fox, jawabnya ” Takut tapi menyenangkan”, haaaa….

Flying fox putra

Beberapa anak karena sangat takut dengan ketinggian kami solusikan Flying fox tandem dengan teman akrabnya. Ketika turun berdua pasti lebih berani dibanding turun sendirian. Alhamdulillah hanya 4 anak yang perlu di tandem dalam 2 kali peluncuran.

Tandem Flying fox untuk yang phobia ketinggian

Game pertama bagi anak-anak kelas 1-3 ini adalah balap Kepiting dimana para peserta mempertahankan holahop yang ditahan dengan badan peserta. Cukup seru memang untuk anak-anak umur segitu.

Permainan Kepiting balap untuk kerjasama dan adu cepat

Menyusun Kerucut warna adalah game berikutnya dimana mereka harus mengumpulkan kerucut warna secara estafet dengan warna selang seling. Semua peserta kelihatan antusias dan semangat berlari secara estafet untuk menyusun Kerucut warna digaris finish. Sesuai karakter anak kelas 1-3, mereka menyukai kegiatan berlari dan menyanyi.

Berlari menyusun Kerucut warna

Sebagai game terakhir adalah Menyusun Piramid, dimana semua peserta menyusun piramid dari gelas yang mereka bawa tanpa mengganggu / merusak bangunan Piramid yang disusun oleh kawan sebalumnya. Kelihatanya memang gampang, tapi ada sedikit kesalahan atau angin yang bertiup maka bangunan Piramid akan roboh.

Menyusun Piramid, membutuhkan kesabaran dan ketelitian

Sebagai sesi tambahan sebelum peralatan High rope dibongkar 2 orang ibu-ibu karyawan Perhutani juga ikut merasakan serunya Flying fox yang kebetulan berada dilokasi mereka.

Sesi akhir yang ditunggu oleh murid-murid kelas 1-3 adalah ketika ustadz dan Ustadzah mereka secara kompak juga ikut merasakan jembatan 3 tali dan Flying fox. Tentu kali ini lebih heboh daripada murid-muridnya, karena setiap beliau turun pasti murid-muridnya mengejar dari belakang dijalur aman tentunya.

Setiap outbound pasti ada secuil cerita menarik yang tidak akan terlupakan sepanjang hidup. Mau tahu yang menarik kali ini? Yaitu ketika Kepala Sekolah melewati jembatan 3 tali yang harusnya tenang justru digoyang-goyang oleh puluhan siswa sehingga nama permainannya seharusnya ganti : JEMBATAN GOYANG

 

 

 

Author

Write A Comment