Ambalan Bung Karno dan Ambalan RA Kartini yang berpangkalan di SMAN 1 Randublatung kembali menggandeng Cepu Adventure untuk memberikan materi tentang Kompas dan Peta sebagai dasar pengetahuan Navigasi darat yang sekarang semakin jarang diajarkan.

Kompas, materi yang semakin jarang diajarkan

Ini bukan yang pertama kali Ambalan tersebut mengundang Cepu Adventure untuk memberikan materi setelah Dian Pinsat pada Juli 2024 tahun lalu.

Materi pengenalan kompas diberikan pada calon penegak Bantara pada hari Senin 23 Desember 2024 di Edu park Cepu dengan peserta sekitar 80 anak sebelum mereka berlatih renang dilokasi yang sama.

Untuk membuat mereka memahami arah mata Angin dengan benar maka kami buat game Arah Mata Angin berikut derajatnya. Alhamdulillah antusiasme peserta luar biasa.

Belajar menggunakan Kompas bidik

Kemudian masuk ke materi pengenalan Kompas, baik dari sejarah, jenis-jenis kompas, bagian-bagian kompas dan cara membidik dengan berbagai macam kompas yang kami punya.

Membidik arah dengan kompas

Agar peserta tidak lupa dan bisa kembali membaca materi di rumah maka kami berikan juga materi presentasi kepada seluruh peserta yang hadir.

Alhamdulillah 1 jam tidak terasa materi tersebut tersampaikan.

Untuk materi kedua kak Didik selaku pembina Gudep kembali mengontak Cepu Adventure untuk memberikan materi Kompas dan Peta Panorama di Bukit Kunci- Jiken pada hari Selasa tanggal 28 Januari 2025 untuk Dewan Ambalan dan calon Laksana.

Foto bareng kegiatan Peta Panorama

Kalu dulu kegiatan bersama Cepu Adventure hanya bisa pada hari Sabtu/ Minggu dan hari libur maka sejak pakdhe pensiun permintaan materi tidak pernah mamandang hari, hari apapun siap asal jadwalnya tidak bertabrakan dengan sekolah lain.

Karena lokasi kali ini di Jiken maka pakdhe mengajak mas Armanto yang kebetulan rumahnya di Jepon untuk mendampingi pemberian materi di bukit Kunci.

Mas Armanto sedang memberikan bimbingan tentang penggunaan frame Panorama

Setelah sampai lokasi sekitar jam 08.00 peserta sedang sarapan pagi dan kami berkeliling lokasi bukit Kunci yang indah itu mencari titik yang tepat untuk penggambaran panorama yang cukup lengkap.

Ada salah satu spot foto dengan arah 180 ° yang sangat ideal untuk menggambar panorama. Gimana tidak, disitu ada sawah, perumahan, hutan jati, tower dan bahkan puncak gunung Lawu yang pagi itu kelihatan jelas. Alhamdulillah.

Praktek membuat peta Panorama di Bukit Kunci

Dari kak Didik kami mendapatkan cerita bahwa keberangkatan peserta sehari sebelumnya yang diturunkan di desa Puledagel dan berjalan kaki menuju lokasi yang masih cukup jauh dengan membawa semua peralatan termasuk tenda untuk mereka menginap.

Belum sampai separuh perjalanan kondisi hujan deras dan mereka berteduh. Sekitar 1 jam tidak reda kak Didik mengajak mereka diskusi ( karena usia Penegak ) apakah nunggu hujan reda atau lanjut perjalanan. Apa jawaban mereka? Kompak mereka minta perjalanan dilanjutkan walaupun hujan deras. Sebuah semangat yang sekarang semakin sulit ditemui.

Selesai sarapan pagi semua peserta berkumpul diruangan yang cukup lebar semacam aula untuk mulai belajar peta panorama. Agar mudah difahami peserta kami ajari membuat frame Panorama dengan ukuran 1 banding 2 dan dibagi menjadi 4 kwadran. Karena penggambaran peta Panorama ini berbeda dengan peta yang lain dimana kwadran 1 justru berada di kiri bawah.

Penganalan peta Panorama

Untuk membatasi gambar maka ada 2 cara yang kami sampaikan. Kalau hanya ditentukan 1 sudut kompas maka sudut tersebut adalah sebagai tengah- tengah pengambilan gambar kemudian ditambah 30° kanan dan 30 ° kiri. Tetapi kalau sudah ditentukan 2 titik sudut kompas sebagai batas kanan dan kiri maka batas tengahnya tinggal membagi 2.

Asyik membuat Frame Panorama

Ketika frame yang terdiri dari 4 kotak yang berlobang selesai dibuat maka teknik menggambar, arsiran gambar  dan legenda peta menjadi pembahasan berikutnya sebelum praktek di medan sebenarnya. Alhamdulillah antusias peserta sangat luar biasa walaupun malamnya sebagian tidak bisa tidur karena cuaca hujan.

Kelompokpun kami bagi dengan jumlah masing-masing 4 anggota. Dengan tugas 1 orang membidik kompas, 1 orang membidik dengan Frame dan 2 menggambar Panorama. Untuk memudahkan pengecekan hasil akhir maka kami minta mereka memfoto pemandangan sesuai sudut derajat yang kami berikan.

Keseriusan akan membuahkan hasil yang maksimal

Pada saat sesi evaluasi alhamdulillah semua kelompok faham dan hasilnya memang bagus. Untuk menambah wawasan kami berikan dasar-dasar GPS ( Global Positioning System ) cara kerjanya, fitur-fitur yang ada didalamnya termasuk kenapa kita sering nyasar ketika mengikuti shareloc yang diberikan teman-teman kita.

Pertanyaan merekapun jadi berkembang sampai ke system navigasi pesawat dan bagamina pesawat tempur menembak sasaran. Luar biasa…..

Belum cukup sampai disitu kak Didik kembali mengontak Cepu Adventure untuk memberikan materi kompas dan peta Pita bagi adik-adik calon Bantara di sekolahan pada acara perkemahan pelantikan Bantara pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2025.

Karena pakdhe lagi kurang sehat maka kami tugaskan mas Rohmat dan mas Candra ( anggota Cepu Adventure ) untuk memberikan materi tersebut dimulai dari pengertian Peta Pita, cara membuat, cara membaca Skala / Kedar, cara membidik dan legenda peta.

Team Cepu Adventure ( mas Rohmat dan mas Candra ) sedang memberikan materi Peta Pita

Menyesuaikan alokasi waktu yang diberikan maka praktek pembuatan Peta Pita dilaksanakan dilingkungan sekitar sekolah. Yang penting peserta faham.

Praktek pembuatan peta Pita untuk adik-adik Calon Bantara SMAN 1 Randublatung

Kemarin saat chatingan dengan kak Didik kami sampaikan bahwa materinya tinggal satu lagi yaitu peta geografik / peta topografi yang didalamnya termasuk materi  membaca dan menentukan koordinat di peta, Skala, Resection dan Intersection dan merencanakan penjelajahan / perjalanan.

Ayo kak , gassss…….heeee.

 

 

Author

Write A Comment